Minggu, 05 Agustus 2012

Behind That Window

The time showed 10.12 a.m.
Initial intention to study, but it didn't happen
I walked to the window near me
Looked everything here, behind this window, from this height, all clearly visible.


I closed my eyes, imagined the things that happened yo my life
Suddenly, memory about you penetrate into my mind
Oh you....


I opened my eyes and looked down.
Looked out the window


YOU!
You were there!
I whispered, "Thank God!"


I took my phone and chose 'camera'
I took your photo and took some videos.

Although you didn't look at me, I'm happy
I'm happy to have you and being yours


I closed my phone..
and I went off of the window
I thought about you for a while and backed to the window
I looked at you eyes,
I said, "Thank for being mine. I love you"


And this time I really went off of the window

Rabu, 25 Juli 2012

*Sedang mengenang dan kangen masa-masa smp*

listen to my heart, can you hear it sing? 
[telling me to give you everything]

Dia dan Aku

Dia..
Aku menatapnya
Melihat caranya berbicara
Memandang caranya tersenyum
Menyukai caranya tertawa
Mencintai setiap detiknya ketika dia bersamaku

Aku..
Tak lama aku bersamanya
Tapi kurasakan bahagia dalam ketidak-lamaan itu
Melihat, memandang, menyukai, mencintai semua darinya

Aku..
Bisa tak memikirkannya
Namun bisa juga memikirkannya
Hidup ini pilihan
Dan aku memilih kedua opsi itu
Memikirkannya dan tidak memikirkannya
Tidak memikirkannya,
memberiku ruang untuk berkembang dalam segala aspek
Memikirkannya,
membantuku untuk terus semangat berkembang

Dia dan aku...
Punya persamaan, walau juga punya berbedaa

Aku...
Menikmati setiap saat detik ketika kami bersama

Dia..
Ku harap dia juga

Jumat, 06 Juli 2012

Mungkin..

Mungkin...
aku terlalu lambat..
Atau kau...
yang terlalu cepat?

Mungkin...
aku terlalu pilu..
Atau kau..
yang terlalu ragu?

Mungkin...
aku tidak cukup gigih..
Atau kau..
yang terlalu tinggi?

Dan...
tak dapat ku raih?

Pertanyaan itu..
Muncul..kala aku mengingatmu
Entah aku yang salah..
Atau kau yang terlalu benar
Bukan aku..
Yang tidak berani
Tapi mungkin...
kau yang tidak memberi arti
kau terlalu putih...
untuk perih hati ini
Karena..
Ketika melihatmu...
Impiku hilang..
Ketika memamandangmu..
Hatiku bimbang..