Jumat, 03 Januari 2014

Basketball Life (Part 1) - Pertama Kali Bermain Basket

"Have you ever loved something so much, but then someday you wake up and decide to stop loving it. And another day you realize that it was wrong decision. But, it's all too late...."
-----
Semua cerita ini dimulai ketika aku memasuki SMPN 1 Singosari. Kebetulan saat masa orientasi siswa dipertunjukkan sebuah pertandingan basket. Acara itu tidak lain adalah untuk menarik minat siswa untuk mendaftar dalam tim basket sekolah. Awalnya, aku berfikir akan keren jika aku bisa menjadi bagian dari tim basket sekolah.

Suatu ketika, aku dan sahabatku, Adi, sedang berjalan keluar sekolah begitu bel pulang sekolah berbunyi, tiba-tiba dia bertanya.

"Awakmu melok ekskul basket a Vick? (Kamu ikut ekskul basket Vick?)", tanya dia ketika kami hendak memasuki angkot yang membawa kami pulang.

"Rencana e ngono seh. Sek ragu, tapi kepingin. (Rencananya begitu sih. Masih ragu, tapi kepingin)", kataku mengikuti Adi masuk ke angkot LA.

Adi mengeluarkan beberapa lembar uang kertas untuk menyiapkan ongkos angkot, "Jarene Pak Slamet(guru OR) latihan e mulai engkok sore. Melok a? (Kata Pak Slamet latihannya mulai nanti sore. Kamu ikut?)", lanjtunya.

"Lho, iyo a? Awakmu melok? Ayo melok! (Lho, iya ta? Kamu ikut? Ayo iku)", Kataku kepadanya.

Dia membalas dengan anggukan. Tidak berapa lama kemudian, dia turun dan menyalamiku. Kami berpisah.

-----
Pukul 2 siang aku mencoba menelpon Adi, tetapi tidak ada jawaban. Aku ingin memastikan apakah dia ikut atau tidak. Aku menelepon lagi tetap tidak ada jawaban. Akhirnya, aku berinisiatif untuk tetap berangkat meskipun tanpa Adi. 

Di sini lah semuanya di mulai... di sebuah lapangan basket penuh kenangan. 

Ternyata ketika aku sampai sudah banyak orang yang telah hadir. Aku rasa mereka semua rata-rata adalah siswa kelas 7. Ada sekitar 30-40 orang di lapangan basket ini. Hari Selasa itu. Sore itu. Awal cerita ini dimulai.

Setelah beberapa saat, ternyata Adi juga datang. Akhirnya kami berlatih bersama dengan dibimbing oleh pak Mar dan beberapa siswa kelas 8 dan kelas 9. Pak Mar bukanlah pelatih basket SMPN 1 Singosari. Beliau hanya guru penanggung jawab. Namun, karena pelatih basket berhalangan hadir akhirnya beliau yang menggantikan.

Seperti pada semua olah raga. Kami pertama diajakan teknik dasar yaitu dribbling dan passing. Beberapa temanku telah mencuri perhatian Pak Mar dan Kakak kelas. Namun, aku tidak mau kalah. Aku ingin menunjukkan meski aku belum pernah bermain basket sebelumnya. Aku juga berbakat.

Tak terasa 2 jam kemudian, latihan usai. Kami semua pulang ke rumah masing-masing. Dan latihan selanjutnya adalah Kamis besok.

-----
Ketika hari Kamis datang, sayang sekali aku juga ada latihan sepak bola di SSB Lawang. Kebetulan juga saat itu aku masih mengikuti sekolah sepak bola. Aku jadi tidak bisa latihan. Namun, aku tetap menanyakan perkembangan latihannya pada Adi. Dia mengatakan bahwa tadi sore ada pemilihan tim basket kelas 7 yang terdiri dari 5 orang. Hah? Secepat ini? Pikirku saat itu. Yang diujikan adalah teknik back to papa! Itu adalah teknik bermain basket dengan memantulkan bola ke papan ring dan kemudian kita melakukan tip in! Aku baru mengerti istilah ini ketika aku berada di kelas 9.

Keesokan harinya di sekolah sudah ramai akan pemilihan tim basket ini. Aku sungguh kecewa tidak bisa ikut. Saat itu, entah karena aku belum mencintai basket sepenuhnya atau memang karena aku sudah mempunya kesibukan sendiri dengan SSB Lawang. Akhirnya, aku memutuskan untuk keluar dari ekskul basket.

Selasa, 31 Desember 2013

31 Dec 2013

Assalamu'alaikum.
Selamat pagi! Ketika aku menulis tulisan ini tertera pukul 11:25 PM di sudut laptop ini. Namun, aku menyukai pagi jadi aku ucapkan selamat pagi!
Halah -_- oposeh.... hahahahha

Wah nggak terasa sudah ada di penghujung tahun 2013 Masehi. Banyak banget momen yang sudah terlewatkan selama ini. Dilihat-lihat juga aku terakhir nulis entri tanggal 2 Nov '-' Lama banget. Maafkan kekhilafanku wkwkwk. Ya, jadi mungkin karena males nulis jadi nggak nulis(?)

Iya, sebenernya mau bikin tulisan serius. Tapi, nanti kesannya terlalu formal-_- Jadi nulis kayak ginian aja. Hahahahha.

Di tahun 2013 ini aku banyak sekali mempelajari hal-hal baru. Mulai arti tentang persahabatan, membagi waktu, memulai bisnis, hingga masalah percintaan yg emang gak ada habisnya hahahahaha

Entah kenapa setelah membaca blog nya Fanny aku jadi semangat nulis! Hahahaha Setelah entri berikut aku akan membagikan rangkuman kegiatanku selama 2013 ini. Dan kelihatannya akan memakan waktu hingga 1 Januari besok '-' berhubung ini sudah jam 23.30 Hahahahah

Oh iya, at last but not least Selamat Tahun Baru semuanya ya!! :D Have a great life, guys!

Wassalamu'alaikum

Sabtu, 02 November 2013

A "True Friend" of Life

"1 best friend is better than 1000 normal friend"
 Seems the quote above is right. Right?
You can live with thousand friends. But, with no best friend. Your life is nothing. You don't have someone to accompany you. And you also don't have someone to share something.

And this "true friend" is hard to find. Especially, nowadays there are so many people who like to be "just" friend.

Sometimes, when we meet someone. And we're so close. Then, we say "this is my best friend". But, he leaves you for someone he thinks better. And that's what makes our heart hurts.

In other time, we find someone who can trust us. And we trust her. Until, she slowly fades away from our life.

SO, what does the "TRUE" friend mean?
Everybody has thier own opinion. And, let me tell you a little story.

I grow in a environment who supports me. And alhamdulillah, my friend's done the same. I was in junior high school 1 Singosari. I have so many friends. Yup, "just" friend, intially. Until someday, I feel comfort with someone who hads name Lingga. And after that, I was also close with Ridho and Danu. They're so nice to me. And what makes me so comfort, because I think we're so perfect. Not just those things, The other friends is always nice to me. I had so many memories with all of them. But, when I got to senior high school. I was so confused with the meaning of "true friend". They were also nice to me. not just one or two friends, but all of them! But, I just don't think I have a friend who accepts me with all my weakness.

Ah sudahlah.... I don't even know what I'm writing about.

Rabu, 16 Oktober 2013

"Failed to Do" List

Tidak terasa 16 tahun aku menginjakkan di dunia. 16 tahun itu pula aku telah mengerjakan banyak hal. Dari hal yang sangat menyenangkan hingga hal yang tidak mau aku ulangi. Dari banyak hal tersebut, ada beberapa hal yang ingin aku wujudkan. Namun, gagal. Entah kegagalan tersebut karena aku atau karena situasi. Dan inilah beberapa hal yang gagal aku lakukan dalam hidup :

1. Menjadi Pesepak Bola Profesional
Langkah menjadi pesepak bola hampir terwujud ketika Januari 2010 Aku dan Papa dipanggil menuju kantor Stadion Lawang(tempat di mana aku berlatih biasanya). Di sana, Papa diberitahu bahwa akan ada seleksi dari Villa 2000 Jakarta 1 tahun mendatang dan dari SSB Lawang namaku yang diajukan. Villa 2000 merupakan jalan terbaik menuju jembatan timnas Indonesia dan dunia. Banyak alumnus Villa 2000 yang bermain di luar negeri dan tentunya timnas Indonesia. Salah lima pemain yang merupakan alumnus Villa 2000 yang juga alumnus SSB Lawang adalah Zulfikar, Helmi, Derryl, Anang, Wiwik. Pemain tersebut sudah berkali-kali mendapat panggilan dari timnas. Mendengar berita tersebut tentu aku sangat senang ddan semakin rajin latihan. Apalagi saat itu aku sempat menjadi skuad Malang Footbal Club asuhan Coach Timo. Di sana aku semakin memiliki percaya diri dan percaya bahwa menjadi pesepak bola profesional bukan impian semu belaka. November 2010. Saat itu, aku sedang menjalani tournament di lapangan Pakis. Aku terjatuh dan tanganku terkilir. Dan membuat aku tidak bisa mengikuti seleksi Villa 2000 3 hari lagi. Di situ semua impian ku mulai pupus dan sedikit demi sedikit aku tidak berhasrat untuk menjadi pesepak bola lagi.

2. Menjadi Pebasket Profesional
Setelah pupus harapan menjadi skuad timnas garuda di bidang sepak bola. Aku banting setir dan berharap bisa menjadi pebasket profesional. Namun, mungkin mentalku yang saat itu memang masih lemah. Jadi, aku mengubur impian tersebut setelah selama 2 tahun beruntun terus berlatih basket. Aku berhenti begitu 2 tahun tersebut usai.

3. Sekolah di Luar Negeri
Ada saja jalan yang bisa ditempuh untuk bersekolah di luar negeri. YES/AFS merupakan tujuan paling nyata dan berada di depan mata. Betapa tidak, banyak alumni SMANTI yang dberhasil lolos dalam seleksi AFS dan sekolah di luar negeri melalui program exchange selama setahun. Aku sendiri juga berpartisipasi dalam seleksi tersebut. Namun, sayang mungkin karena ikhtiar yang kurang aku kembali gagal.

3 Hal tersebut adalah mimpi luar biasa yang aku inginkan namun gagal aku lakukan. Namun, aku belum putus harapan. Karena, bisa saja ketiga hal tersebut aku tanamkan kepada anak ku nanti di masa depan :D Jadi, cita-citaku akan dditeruskan oleh anak-anakku kelak hahahahaha :D


Senin, 07 Oktober 2013

The Principal of Success - New Hope

Yeah! I got lost from my target.

But, still! I do have many dreams that I will conquer. And I have a new spirit, now! :D
From, now on. I'll do my best and use my time wisely. I have a target with my best partner-Ridho-. That during a month later we will practice our time management. And make our business bigger. We are sure that someday we will be a useful person and make our parents proud of us!.

Vicko Kemal Putra Arli
7 Oktober 2013
20.24