Sabtu, 13 April 2019

Ramadhan Sudah Dekat Kawan2!


Kawan-kawanku! Iklan marjan sudah ada di TV kawan-kawan! Tanda Ramadhan sudah dekat kawan! Bagaimana kita tidak sangat merindukan Ramadhan, bukan? Perasaan yang sangat nostalgic dan penuh dengan kenangan! 

Perasaan melankolis selalu tumbuh tiap melihat iklan-iklan ramadhan saat masih kecil atau saat mendengar video tentang marhaban ya ramadhan dan takbiran 


Aaahhhh... Ramadhan kali ini suasananya berbeda kawan! Ramadhan kali ini aku sudah bekerja, tidak ada lagi libur panjang atau waktu banyak untuk buka bersama teman-teman di Malang. Libur cuma 1 minggu! Tidak lagi bisa merasakan asiknya ramadhan saat masih SD, SMP, SMA. Kalo kata quotes "Childhood is the best moment of all seasons." Aku akan dengan sangat lantang menyatakan "So is Ramadhan!" 

Selasa, 02 April 2019

God Destiny

Seharusnya judulnya "Unpredictable". Tapi, karena lebih suka God Destiny, akhirnya aku lebih memilih God Destiny hehehe.

Jujur. Akhir-akhir ini banyak sekali hal yang tidak disangka-sangka. Saat kecil, aku sering sekali menonton MTV musik di global TV. Biasanya, jadwal tayang MTV musik pada masa itu adalah sekitar pukul 1-2 siang. Masa-masa di mana setelah pulang sekolah SD dan hendak siap-siap sholat ashar dilanjut ngaji di TPQ Al-huda di dekat rumah. Saat itu, ada satu penyanyi yang menarik, Melly Goeslaw namanya. Menarik kenapa? Jadi, saat itu ada di tangga musik 1 lagu yang dari awal sampai akhir hanya ada 1 lirik "I just wanna say I love you", begitu terus dari awal hingga akhir. Setelah aku mencari tahu lebih banyak, ternyata tidak hanya itu lagu Melly Goeslaw yang menarik. Ada juga lagu bunda yang dicover oleh pemenang Akademi Fantasi Indonesia Cilik serta lagu "Gantung" yang saat itu sangat berkesan karena seorang yang aku kagumi saat SD menyanyikan lagu Gantung itu di saat seleksi untuk FLS2N. Oh iya, orang yang aku kagumi itu juga masuk di satu SMP yang sama denganku. Tapi, hal yang sedih adalah dia dipanggil Allah SWT lebih cepat , saat aku duduk di bangku kelas 9 SMP dan kakak kelasku yang aku kagumi itu duduk di bangku kelas 10 SMA, berita meninggalnya mbak Anggi datang. Semoga saat ini mbak Anggi tenang di sisi Allah SWT. Aamiin

Belasan tahun kemudian. Aku lulus dari PKN STAN dan ditempatkan di KPP Jakarta Pulogadung. Jum'at itu, aku diajak untuk berkunjung ke rumah Wajib Pajak dan mengambil rekaman videonya untuk testimoni pelaporan SPT Tahunan. Saat itu aku masih belum tahu siapa WP-nya, yang tak aku sangka ternyata rumah yang aku kunjungi adalah rumah Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Sesuatu yang Vicko kecil tidak pernah bayangkan. Bisa mengunjungi rumah artis yang ditontonnya saat kecil.

Sama seperti saat pertama kali aku balik dari perantauan. Walaupun telah membeli tiket kereta, saat itu aku lebih memilih ajakan Yeniko untuk ikut dia pulang ke Malang dengan naik pesawat Hercules. Jalur yang ditempuh dari kampus PKN STAN adalah naik KRL dari Pondok Ranji, lalu turun di stasiun Cawang dan dilanjutkan dengan naik grab car menuju Halim. Yang tidak aku sangka saat ini adalah kost-ku yang baru di Jakarta sangat dekat dengan stasiun Cawang, sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan juga 4 tahun yang lalu.

Unpredictable berikutnya adalah 6 bulan lalu, saat orientasi pegawai baru DJP, aku tidak pernah membayangkan sama sekali kalau kantorku akan bertempat di kantor pusat. Ternyata pengumuman datang dan yang tidak disangka-sangka aku bertempat di Gedung yang aku kunjungi 6 bulan yang lalu itu. Padahal aku sangat berharap dan memprediksi akan ditempatkan di Malang atau sekitarnya, karena dari track record IPK tahun-tahun sebelumnya, nilaiku masih memenuhi. Sayangnya, tahun ini tidak ada lulusan diploma III yang ditempatkan di Malang dan sekitarnya.

Tentu banyak sekali unpredictable things which happen by God Destiny yang akan sangat panjang jika diperinci satu per satu. Yang pasti kita harus terus berdoa yang terbaik dan tetap percaya pada kejaiban-keajaiban Allah SWT :D

Sabtu, 30 Maret 2019

PUBG

Sedari kecil dulu, salah satu hobiku adalah bermain game. Bapak Ibu selalu update mengenai gadget game terkeren saat itu, di mana jaman awal game SEGA keluar, Bapak Ibu langsung membelikan game tersebut. Saat zaman mulai berganti, VCOM-lah game yang sedang update. Tidak lama sampai Bapak Ibu membelikan game itu juga. Sampai jaman playstation-pun mereka juga tidak segang untuk membelikannya.

Ada beberapa peraturan di rumah selama bermain game. Salah satunya adalah hanya boleh bermain hari Sabtu-Minggu saja. Jadi, selain di hari tersebut stick game-nya akan disembunyikan oleh Bapak Ibu. Btw, kalau nulis Bapak Ibu kepanjangan deh, coba kita singkat jadi Babu ya. Waduh kok jadi kayak pembantu hehehe. Yaudah gapapa tulis panjang aja jadi Bapak Ibu. Ohya, memikirkan peraturan main game sabtu-minggu itu aku jadi membayangkan seharusnya aku juga membatasi membuka sosial media (twitter, instagram, facebook, dll) hari Sabtu Minggu saja ya. Pasti hal itu akan jauh leboih efektif. Peraturan lainnya adalah aku dan masku baru akan dibelikan game baru ketika masing-masing kami bisa mendapatkan peringkat terbaik. Bagi masku, hal ini adalah hal yang cukup berat. Saat kelas 1 dan 2 SD masku selalu menyabet peringkat 1 dan 2 di kelas. Tapi, semenjak kelas 3 SD masku bahkan terlempar jauh dari peringkat 5 besar. Jadi, saat itu kami kelas 5 SD, jamannya playstation muncul. Seperti biasa mamaku menyemangati untuk mendapat peringkat terbaik dan akan mendapat hadiah playstation. Baru berjalan UTS, masku sudah merengek dan berjanji akan mendapat peringkat 1 karena nilainya bagus-bagus. Ibuku yang polos dan gampang tidak tega, akhirnya percaya saja dan meskipun belum pengumuman rapot peringkat, kami dibelikan PS. Jadilah sejak kami punya PS masku tidak pernah belajar lagi, endingnya saat itu aku berhasil mendapatkan peringkat terbaik, sedangkan masku "hanya" mendapat peringkat 8 di kelasnya karena di sisa waktu setelah UTS masku full bermain game terus. Hahahahaha

Selain Sega, Vcom, dan PS, banyak sekali game yang aku mainkan. Apalagi sejak game-game banyak berpindah ke PC, mulai dari point blank, counter strike, PES, FIFA, dan lain-lain. Tapi, sejak SMA aku tidak lagi antusias bermain game. Aku benar-benar jarang sekali bermain game. Kebiasaan itu juga terbawa sampai kuliah. Menginjak semester 3 di perkuliahan, banyak game seru baru bermunculan seperti mobile legend, pubg, freefire, rule of survival, dan lain-lain. Aku pun tidak bergeming. Di saat teman-teman 1 kostanku bermain game bersama, aku selalu hanya menjadi spectator saja. Atau barangkali aku lebih fokus mendesain video/foto.

Hingga akhirnya di semester 5 aku iseng men-download PUBG dan ternyata aku mulai kecanduan sejak itu. Untungnya aku masih bisa mengontrolnya dan paling sekarang juga main Sabtu-Minggu saja. Bahkan demi pubg, saat itu aku rela mengganti layar hp ku yang rusak senilai 915.000 dengan menjual salah satu kamera kesayanganku terlebih dulu hahahaha akhirnya layarnya rusak lagi sodara-sodara, tapi kali ini dibiarkan sajalah. Dan menurutku, sisi positif PUBG bisa menjalin silaturahmi. Karena PUBG aku jadi berkomunikasi dengan Darwan by phone juga by game hahahaa. Karena PUBG aku juga bisa seru-seruan bareng teman-temanku di mana pun mereka berada, Suwon PUBG

Sabtu, 26 Januari 2019

OJT DJP - PKN STAN

Akhirnya, penantian selama 2 bulan lebih terbayarkan. Jujur, sebenarnya aku tidak seberapa menanti pengumuman ini. Aku sangat menikmati momen-momen di rumah. Selain itu, aku sedikit optimis bisa ditempatkan OJT di KPP sekitar Malang, mengingat di tahun-tahun sebelumnya ada 2-3 anak D3 Pajak yang tersebar di 6 KPP di Malang.

Tahun ini anak Malang pun cuma ada sekitar 15 orang. Dan salah satu yang membuat aku optimis karena dari ke-15 orang tersebut, setidaknya IPK-ku masih berada di jajaran atas. Jadi, keseharianku di Malang aku isi dengan belajar mobil, membuat stop motion, menikmati makanan khas kota Malang serta menghabiskan waktu bersama keluarga.

24 Januari 2018. Akhirnya, pengumuman OJT keluar. Pengumuman tahun ini mundur 1 bulan dari jadwal biasanya. Keterlambatan ini sedikit membuat teman-temanku yang was-was resah. Begitu pengumuman keluar, aku langsung membuka laptopku. Tapi, aku lebih dulu tahu aku ditempatkan di mana karena diberitahu Darwan. KPP Pratama Jakarta Pulogadung. Kata Darwan di seberang telepon. Sedikit kaget sebenarnya karena keluar dari ekspektasi, walaupun aku juga siap ditempatkan di mana pun.

Aku mencoba untuk mensyukuri dan berdamai dengan Jakarta. Terakhir kali aku merantau di pinggiran Jakarta, aku tidak bisa sepenuhnya bebas. Karena jelas metropolitan bukan gayaku. Tapi, tentu saja aku sangat mensyukurinya.

Aku sangat bersemangat dan ingin membuat banyak prestasi di KPP tempat bekerjaku ini. AKu tidak sabar berkenalan dengan banyak orang dan mempelajari hal baru. Semoga aku berjodoh dengan Pulogadung ini dan bisa membuatku nyaman.
Pulogadung, aku datang!