"Don't quit! You don't know when you give on your goal, you're just one more step to your goal."
***
Pada ujian nasional, aku mendapatkan nilai ujian 36.85. Dan artinya, aku tidak bisa masuk ke SMAN 3 Malang melalui jalur nilai ujian(online). Aku tidak putus asa. Aku tetap semangat untuk bersekolah di smanti. Aku memperjuangkannya melalui jalur tes tulis. Dan Alhamdulillah aku berhasil masuk!!
Setelah melewat MPLS di smanti. Aku resmi menjadi bagian dari pejuang Bhawikarsu. Latihan pertama waktu itu adalah hari Selasa. Aku bersama beberapa siswa kelas 10 pertama kali mengikuti latihan ini. Namun, Pak Wahyu dan para kakak kelas sudah kenal denganku dan beberapa siswa yang sebelumnya mengikuti Bhawikarsu Basketball Training Camp.
Latihan dimulai dari Berdoa dan tos "Smanti Smanti Smanti..... Bhawikarsu!!" Kemudian dilanjutkan dengan Dynamic stretching dan yang terakhir latihan basic bermain basket. Dribble dan Lay up. Latihan ini telah aku lakukan sejak di smp. Tidak ada kesulitan yang berarti. Aku hanya melihat beberapa dari siswa kelas 10 ternyata baru di dunia basket.
Latihan selesai sekitar pukul 05.30. Latihan selanjutnya adalah hari Kamis dan hari Sabtu. Jadwal latihan kami adalah Selasa, Kamis, dan Sabtu.
***
Setelah satu bulan latihan bersama skuad The Dream Team Bhawikarsu. Aku bisa menyatu dengan mereka. Apalagi saat itu aku sedang dekat dengan pebasket putri smanti. Jadi, aku juga semakin semangat berlatih. Hingga pada pemilihan ketua basket. Mas Aji yang terpilih. Seorang Center dari kelas 11. Dan wakilnya adalah Mbak Tya. Kapten kelas 11 Putri. Dan ternyata untuk wakil tahun ini ditambah dari kelas 10. Yang dicalonkan adalah semua siswa. Dan yang terpilih alhamdulillah aku.
Aku sempat sekali tidak mengikuti latihan. Saat itu hari Kamis, dan ada jadwal les. Aku izin kepada pak Wahyu untuk tidak latihan karena ada les. Dan kemudian aku izin pada Mas Aji. Mas Aji berkata "Loh berarti Kamis minggu depan nggak latihan lagi?". Oh iya, aku baru sadar. Berarti aku tidak bisa ikut latihan tiap hari Kamis. Padahal aku sangat ingin tampil di DBL dan menjadi bagian skuad DBL All-Star. Saat les, akhirnya aku memutuskan minggu depan tidak ikut les saat hari Kamis. Jadilah aku tidak pernah ikut saat les hari Kamis. Aku hanya masuk les hari Senin saja. Dan di satu semester ini aku tidak pernah tidak latihan lagi.
***
Saat sudah 2 bulan berada di tim ini. Aku baru sadar bahwa dribble ku tidak sebagus anak smanti lain. Boleh saja aku bagus dalam lay up. Namun, Arsha memiliki lay up yang lebih bagus. Atau boleh saja aku bagus dalam shooting. Namun, Satrio memiliki akurasi shoot yang jauh lebih bagus. Aku masih kalah jauh dalam hal fundamental di antara teman-temanku. Setiap hari Jumat aku menambah latihan di pagas. Di sana ada komunitas basket. Dan tiap hari Minggu aku menambah latihan di smanesi bersama Danu
Tiap latihan, aku lebih menekankan pada dribble. Walaupun aku sudah bisa in-out, spin, between the leg, atau behind back leg. Aku tidak cekatan dalam mengolah bola. Aku semakin bosan latihan fundamental. Padahal itu sangat penting. Aku terus memotivasi diri dengan mengingat kalimat motivasi di DBL "Don't quit! Suffer your pain and live the rest of your life as a champion". Aku selalu mengingat-ingat kata itu.
Beberapa bulan kemudian, aku terpaksa berpisah dengan teman basket putri di smanti. Dan itu sedikit membuatku down. Namun, aku tetap semangat dalam latihan. Bahkan lebih bersemangat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar