Sabtu, 03 September 2016

The Company Named "Vixar Stop Motion" (1/3)

Vixar Stop Motion adalah online shop yang menjual jasa pembuatan stop motion. Online shop ini resmi aku publikasikan tanggal 21 Oktober 2014. Aku membuat sebuah jarkom dan pamflet mengenai pembukaan jasa stop motion ini. Aku men-share di twitter, facebook, kaskus, youtube, whataspp, line, dan blog. Tak disangka-sangka media sosial yang aku sebutkan terakhir kali adalah titik balik dari (alhamdulillah) larisnya jasa stop motion ini.

Aku pertama kali melihat stop motion saat kelas 1 SMA tahun 2013. Saat itu, aku berkunjung ke rumah temanku yang bernama Aan. Dia sedang galau karena kedekatannya dengan seseorang mulai pudar dan entah kenapa si doi pergi begitu saja ninggalin Aan. Akhirnya, Aan membuat stop motion mengenai "First Hang Out" mereka yang ternyata juga menjadi last hang out mereka berdua. Di video tersebut, aku sangat kagum karena Aan membuat stop motion itu tampak sangat detail. Kebetulan saat itu dia pergi ke matos. Dia menggambarkan matos, parking area, elevator, hingga hal-hal kecil lain dengan sangat detail. Aku begitu kagum karenanya. Itulah saat kali pertama aku melihat stop motion. Hanya saja, aku belum tahu kalau video tersebut bernama stop motion.

Saat gelaran Putra-Putri Bhawikarsu, salah satu event akbar di sekolahku yang mencari duta sekolah, aku terinpirasi dari Aan untuk membuat stop motion, Sayangnya, saat itu stop motion ku benar-benar jelek dan bahkan mungkin tidak bisa disebut stop motion hahaha.


Sejak itu, aku tidak pernah lagi membuat stop motion. Namun, aku tetap aktif dalam dunia video editting. Saat itu juga, aku beberapa kali membuat video lipsing yang menurutku sangat keren pada waktu itu wkwk. Tidak hanya video lipsing, aku juga membuat video highlight futsal dari kelasku. Aku sangat menyukai video editting, walaupun aku benar-benar amatiran.

Di penghujung tahun 2014. Lingga, sahabatku, dan teman-temannya dari Bandung mampir ke rumahku. Mereka bermalam beberapa hari dan menikmati indahnya kota Malang di Bumi Arema. Kebetulan juga, saat itu Lingga dan pacarnya akan merayakan hari jadinya yang ke-8 bulan. Lingga meminta bantuanku untuk membuatkan video slide foto dia dengan pacarnya, aku cukup antusias untuk mengerjakan project ini. Mengetahui bahwa di situ ada teman-teman Lingga (yang tentunya aku harapkan mereka kagum dengan kemampuan video editting ku, padahal cupu wkwkwk). Begitu video jadi, respon teman-teman Lingga mengatakan bahwa videonya tidak mengena sama sekali. Videonya biasa-biasa saja. Jleb. Jleb. Jleb. Bagai disambar petir (alay) aku kecewa. Salah satu temannya, yang aku ingat namanya Agustiar, menyarankan untuk bikin stop motion saja. Tapi, Lingga berdalih kalau waktunya udah mepet mana mungkin bikin stop motion. Diam-diam aku bertanya... Apa itu stop motion?



Sampai akhirnya, beberapa hari kemudian Lingga dan teman-temannya pulang. Aku langsung search youtube dan mencari tahu apasih stop motion itu? Pencarianku berujung pada sebuah video yang sangat membuatku kagum. Di mana ternyata stop motion, bisa menggerakkan kertas tanpa ada yang menggerakkannya. Dalam video tersebut, anak kelas 1 smp mengungkapkan cintanya ke mantan pacarnya. Aku mengomentari videot tersebut, "Bagus banget kak!! Gimana cara bikinnya?"

Tidak sampai di situ saja, aku menonton semua video stop motion yang ada di youtube. Sampai aku berhenti pada sebuah video yang benar-benar membuatku tertegun. Aneh sekali, tangan manusia bisa menggerakkan sebuah tulisan. Bagaimana cara membuatnya? Aku semakin penasaran. (Terakhir, aku mengetahui ternyata teknik yang digunakan orang tersebut adalah whiteboard stop motion). Begitu melihat banyaknya video stop motion yang bagus. Aku memutuskan untuk dalam waktu dekat mencoba untuk membuat video stop motion. Hanya saja, aku belum menemukan semangat dan hasrat untuk membuat konsep dan propertinya.

Hasrat tersebut baru muncul ketika aku mulai dekat dengan salah seorang adik kelasku. Sebentar lagi dia akan ulang tahun dan aku berniat untuk membuatkannya video stop motion. Mulailah aku kembali melihat-lihat video stop motion di youtube dan mencari konsep yang cukup bagus untuk video stop motion pertamaku ini. Setelah memilah-milah konsep, akhirnya aku menemukan konsep yang cocok untuk video ini.

Aku mulai menggambar, mewarnai, menggunting dan menempel untuk properti stop motion. Aku bekerja semalaman mulai ba'da isya' hingga pukul 04.00 pagi selesai mengedit video pertamaku itu yang hasilnya cukup memuaskan.

Setelah itu, aku kembali vakum dalam dunia per-stopmotion-an. Karena ribetnya membuat properti, serta rumitnya memfoto sendirian, aku tidak tertarik lagi untuk membuat stop motion. Iya, tidak tertarik lagi, sampai akhirnya dibuatlah tugas seni budaya membuat lagu dan video klipnya. Karena teman-temanku tidak mau ribet ambil video, akhirnya mereka mengusulkan untuk membuat stop motion. Aku menyetujuinya dengan syarat mereka semua membantuku.

Backpacker to Singapore! - Pertama kali ke negeri orang

Semuanya bermula saat saya membaca buku milik Pandu Whaskita "Bucketlist". Jujur saja, buku tersebut membuat mata saya terbuka dan sadar, untuk pergi ke luar negeri kita tidak harus menjadi orang kaya dan bergelimang harta. Selepas membaca buku Bucketlist tersebut, saya langsung bertekad di dalam hati. Tahun ini saya harus ke luar negeri! Selain Bucketlist, buku yang sebelumnya saya baca adalah 30 paspor di kelas sang professor. Buku yang juga membuka mata saya tentang arti solo backpacker. Awalnya, saya ingin ke luar negeri sendiri tanpa siapapun. Tapi, saya berpikir mungkin akan lebih menarik jika bersama teman-teman saya.

Akhirnya, saya mulai mengajak satu per satu teman-teman saya untuk pergi ke negeri orang. Singapore, Malaysia, dan Thailand adalah tujuan saya. Tanggapan dari teman-teman saya pun beragam. Mulai dari "hah? pake uang siapa?", biasanya teman yang menjawab seperti ini adalah yang belum terbukakan matanya. Makanya beli Bucketlist hehe *malah promosi. Yang tidak disangka-sangka ternyata Laksmi juga merencanakan untuk pergi ke Singapore. Sayangnya, waktu yang berbeda karena Laksmi berencana berangkat saat saya sudah masuk kuliah semester 3.

Saat saya lontarkan ide melancong ini ke teman sekos. Ternyata Akmal, teman kos yang paling sering main ke kamar, adalah orang yang paling bersemangat juga untuk backpacker ke luar negeri. Jadilah Februari 2016 saya dan Akmal mulai merencanakan backpacker ke negeri orang. Setelah berdiskusi panjang lebar kami akan berangkat setelah UAS Semester 2. Maklum, kami kuliah di perguruang tinggi kedinasan yang jadwal bolos pun bisa menyebabkan kami harus drop out hehehe. Untuk negara yang kami kunjungi kami memutuskan untuk pergi ke Singapore dan Malaysia karena alasan budget. Saya tidak mengerti bagaimana Pandu bisa berkeliling 5 negara dengan hanya bermodalkan 3 juta. Hahahaha.

Mulai hari itu kita masing-masing rajin search di internet mengenai negara Singapore dan Malaysia, wisata apa saja yang wajib dikunjungi, berapa budgetnya, dan yang terpenting tiket pesawat. Saat kami merencanakan hal tersebut, saya belum memiliki paspor dan Akmal sendiri paspornya sudah kadaluarsa. Alhasil, kami belum bisa membeli tiket pesawat. Padahal, dari traveloka kami seharusnya berhasil mendapatkan harga tiket 600ribu PP Soetta-Changi dan KLIA-Juanda. Namun, hasrat ingin ke luar negeri selalu menggelora sampai akhirnya saya bertanya ke admin traveloka di twitter. Apakah untuk booking tiket ke luar negeri harus punya paspor? Karena paspor saya masih diurus. Admin traveloka menjawab untuk maskapai AirAsia dan Jetstar sebenarnya tidak membutuhkan nomor paspor ketika booking. Namun, di bandara nanti saat check-in akan diperiksa paspornya.

Saya langsung bersemangat dan memberi tahu Akmal mengenai hal ini. Tetapi, sepertinya Akmal masih takut untuk membeli tiket sedini ini karena 1. Jadwal UAS yang bisa saja berubah 2. Kami masih belum mengurus paspor. Akhirnya, kami tidak jadi membeli tiket saat itu. Ide untuk melancong ke negeri orang perlahan pudar karena kesibukan kuliah. Saat saya bolos kuliah karena harpitnas (hari kecepit nasional)pun saya tidak menyempatkan diri untuk mengurus paspor karena keasyikan nongkron bersama teman-teman hehehehe.

Sampai akhirnya, tiba saat libur hari raya. Kali ini saya kembali bersemangat dan mengoprak-oprak Akmal untuk mengurus paspor. Rabu, 29 Juni 2016 kami berangkat ke kantor Imigrasi di Malang untuk mengurus paspor. Akmal sepertinya khawatir akan antri lama jadi dia mengajak saya untuk mengurus paspor pukul 6 pagi. Namun, saya masih sangat mengantuk dan baru tiba di rumah Akmal pukul 7 pagi. Ketakutan Akmal akan antrian panjang di imigrasi ternyata tidak terwujud. pukul 9 kami sudah selesai mengurus paspor. Sayangnya, disebabkan seminggu lagi lebaran. Paspor kami baru dapat kami ambil 13 Juli 2016.

2 minggu kemudian setelah mendapatkan paspor. Saya dan Akmal mulai mengurus tiket pesawat dan hostel selama di Singapore dan Malaysia. Saya bertugas membuat itenary travel selama kami di sana. Percayalah Itenary hanyalah patokan. 100% tidak semua yang ada di itenary akan terlaksana. Apalagi kalau itenary yang dibuat terlalu khayal seperti buatanku hahahaha.

Beres mengurus semuanya. 21 Agutus 2016 kami akan berangkat ke Singapore!!!

Senin, 06 Juni 2016

Mengenalmu

Dalam terlentang sakitku
Terimajinasikan akan kota ini
Singosari

Jelas sudah... Semua cerita yang pernah terukir
Walau ukiran hanya sebesar kerikil pasir
Tentangmu, tentangku, dan tentang semua yang pernah mengalir

Terbangun ku oleh semua ingatan
Kelas di sebelah musholla, lapangan basket, kantin...
Dan semua tempat yang pernah ada aku dan kamu

Saat itu... aku seperti sudah sangat mengenalmu
Seolah kita sudah pernah bertemu
Hanya saja aku lupa kapan dan di mana pertemuan itu pernah terjadi
Barangkali di sajak-sajak penyair yang tak pernah selesai
Atau di halaman belakang sebuah novel yang berakhir tak bahagia
Barangkali kita pernah bertemu di lirik lirik lagu yang mendentingkan sunyi di telingaku
Atau di alun musik klasik yang ku dengar semasa masih di rahim ibuku
Entahlah

Putih Biru
Tak pernah beranjak dari dalam hati
Meski tak membekas dalam nurani
Aku berdalih
Berterima kasih
Berbisik di dalam hati
Terima kasih
Terima kasih untukmu yang mengizinkan belati..
Sempat menyayat.. di dalam hati

Senin, 18 April 2016

Perempuan Tanpa Nama

Bagai penulis quotes yan tak tertera namanya
Aku pun tak tau namamu
Aku tau tau hadirmu
Hanya sekelebat ingatan saja
Kau pernah melewati pandangan mataku

Awalnya ragu....
Namun, akhirnya tahu
Engkaulah yang aku damba
Engkaulah yang aku puja

Perasaan hati ingin kembali
Dimensi waktu tak dapat ditembus
Ingin berusaha mendapatkanmu
Namun, engkau sungguh lugu
Tak sadarkah akan hati ini
Atau... sengaja tak sadar
Agar tak ada yang tersakiti
Biarkan saja ini mengalir
Menuju...
ujung yang sama
Semoga saja...
Bertemu,..
Di muara yang sama
Untukmu...
Wahai perempuan tanpa nama

Our Friend Was Our Best Friend

As I grow older, I really realize that everything has changed.  In the past, I always got my spirit to play basketball, but now I rarely play it, even I Just play basketball once, last week. It was an amazing experience after the long long long time I didn’t play basketball. In the past, I everyday got to school with my beautiful motorcycle. But now, I went to campus on foot. And many things has changed from the first time I did everything.

                Today is my friend’s birthday. He used to be my best friend in junior high school. We were always together every time. He is the most mature-thinking person I have ever known. I always told everything to him. I even told something I didn’t tell anyone to him. It was simple. I always enjoyed the time I share something to him because He never argue what I thought. Even though he didn’t always agree with my opinion. But, he always gave me a good answer. An answer I wanna hear.

                When I got to senior high school, we still in touch by facebook. Almost every night we always chatted on facebook. Apparently, in the end of first year of my SHS we started to walk each other. We rarely chatted and shared our problem. Although sometimes we work together for a project. But still, it is really different.

                Besides A friend who loves to share his favorite songs. I ever closed to someone (girl). The distance between us is just a “best-friendship”. There isn’t any feeling inside our heart. At all. But, the story is the same. We ended in lost our connection. And start to walk apart.

                Today is My (was) best friend’s birthday. Happy Birthday, bro! Sukses selalu!