Senin, 06 Januari 2014

The Principal of Success - Do Better!

"We cannot just speak change. We have to live change. The gap between intention and action can be bridged only by action."

Entahlah. Sepertinya semua yang aku targetkan banyak yang belum terpenuhi. Perubahan-perubahan yang aku lakukan rasanya tidak berarti. Karena pada akhirnya aku akan kembali ke kebiasaan semulaku.

Apakah arti dari membuat target, jika kita tidak pernah mempunyai niatan untuk menyelesaikan target tersebut?

Niatan saja tidak cukup. Seseorang pemenang INGIN sukses. Bukan BERHARAP  sukses.

Sepertinya, aku tidak ingin melanjutkan tulisan ini. Karena takut, semua itu hanya dianggap omong kosong belaka. Mungkin saran yang tepat adalah aksi. Bukan ucapan, bukan tulisan.

Minggu, 05 Januari 2014

Basketball Life (part 8) - Classmeeting Day 3!

Setelah 2 edisi classmeeting sebelumnya yang selalu dimenangkan 8F. Kini classmeeting kembali diadakan, bedanya 8F telah di acak. Dicky dan Billy sudah terpisah. Namun, Dicky mendapatkan partner baru, Andhi salah satu Shooting Guard yang dimiliki tim basket SMPN 1 Singosari.

Classmeeting kali ini, kelas kami membawa sesuatu yang berbeda. Kami mengusung semangat kemenangan dengan skuad yang sama namun skill yang berbeda. Kali ini kelas kami lebih komplit. Hanya saja, tidak ada point guard yang mampu mengelola bola. Namun, tetap saja kelas kami tetap bersemangat!

CLASSMEETING DAY #1
Vs 8C

Tidak ada masalah yang berarti pada pertandingan pertama ini. Kami mampu memenangkan pertandingan dengan skor yang cukup telak. 50-12.





CLASSMEETING DAY #2 (BIG EIGHT)
Vs 8E
Berhubung classmeeting kali ini bersamaan dengan SMK PGRI CUP. Aku tidak bisa mengikuti pertandingan kali ini. Namun, jika menang aku masih bisa bertanding pada semi final melawan kelas 8D yang sudah menunggu di semi final.


Dan benar saja, teman-temanku tidak terlalu sulit menghadapi 8E. Hanya saja, mereka bercerita sepanjang pertandingan tensi selalu tinggi. Bahkan, Robby yang terkenal santai, sempat terpancng emosinya. Namun, skor akhir tetap miliki kami dengan skor 24-12.

CLASSMEETING DAY #2 (SEMI FINAL)
Vs 8D
Melawan 8D mungkin cukup sulit. Bagaimana tidak, seluruh pemain basket kelas 8 berasal dari 8D semua. Itu membuat langkah kami semakin sulit menuju semi final. Ditambah aku baru saja datang dari turname di SMK PGRI. Aku baru bisa bermain di second half atau kuarter ketiga. 

Awal, pertandingan teman-temanku sempat tertinggal 6-2. Hampir semua penonton menjagokan 8D yang akan menjadi pemenang. Itu juga merupakan tekanan tersendiri. Di akhir kuarter kedua, kelasku mampu membalikkan keadaan menjadi 8-6.



Di kuarter ketiga hingga akhir banyak terjadi kontroversi. Termasuk "ghost point". Di pertengahan kuarter, aku mendapat umpan dari Danu, aku melakukan drive in dan tepat di sudut 0 derajat, aku melakukan shooting. 



Bola masuk deras. Tapi karena tidak ada jaring di ring. Banyak yang meragukan apakah bola masuk atau tidak. Sempat terjadi debat antar pemain, wasit, dan penonton. Keputusan akhir wasit memberikan poin kepada shooting yang memang masuk tersebut.



Hingga akhir kuarter kami kembali tidak mengalami kesulitan yang berarti, 8D sempat down saat tertinggal 8 poin dan itu memudahkan kami. Akhirnya, kami memenangkan pertandingan dengan skor 22-14.

CLASSMEETING DAY #3 (FINAL)
Vs 9H
Di kelas 9H hanya ada satu pemain basket yang merupakan tim dari SMPN 1 Singosari. Namun, semua pemainnya memiliki badan atletis yang membuat mereka dengan gagah mengalahkan kelas 9E yang dihuni kapten basket dan juga 9I yang banyak diisi oleh tim basket sekolah. Ditambah lagi terdpat orang paling tinggi satu sekolah, Nafi, yang baru-baru itu banyak mendapat pelajaran basket dari Dicky si kapten. Nafi memilki tinggi 195cm. Entah apa yang dimakan Nafi sehingga bisa setinggi itu.

Kuarter pertama, dengan sistem format baru pada classmeeting kali ini. Yang bermain adalah tim cewek. Tim cewek kami yang undefeatable di pertandingan-pertandingan sebelumnya, dan selalu membuat lawan scoreless. Kali ini kalah dengan skor 2-1. Kami melanjutkan perjuangannya di kuarter kedua, ketiga, dan keempat.



Kuarter kedua berjalan. Kami langung tancap gas lewat 2 three-point dari Adit dan Robby. Serta shooting reverse dariku. Dan mampu memimpin skor menjadi 9-2. Di sisa kuarter kedua kami sempat terkejar dan poin menjadi 13-9 masih untuk kami.

Di kuarter ketiga, kami membuat lawan scoreless. Sedangkan kami menambat 4 poin menjadi 17-9.


Kuarter keempat, Kami sempat kesulitan. Kami tidak bisa mencetak poin, sedangkan, tim lawan memasukkan pemain tertingginya, Nafi yang baru saja masuk sudah mencetak poin. Namun, block akurat serta lompatan yang tinggi dari Robby membuat Nafi frustrasi. Namun, tidak sedikit Robby melakukan pelanggaran berbuah free throw kepada Nafi. Robby, yangdari kuarter kedua dan ketiga tidak melakukan pelanggaran. Terpaksa harus FOUL-OUT ketika melakukan pelanggaran ke-5 kepada Nafi. Dan waktu tersisa 3 menit. Untung saja Nafi tidak pandai dalam hal free throw. Itu yang menyebabkan, 10 free throw yang didapatnya hanya menghasilkan 2 poin. Setelah keluarnya Robby, praktis tidak ada lagi yang bisa menahan gempuran Nafi. Danu yang mempunyai tinggi 178cm masih kalah jauh dengan Nafi yang mempunyai tinggi 195cm. Ketika, time-out Danu meminta menjadi Center. Namun, aku mempunyai strategi lain. Meskipun Danu menjadi Center, dia tidak akan bisa mem-block Nafi. Sehingga aku memanfaatkan cutting atau memotong umpan lawan kepada Nafi. Di akhir kuarter ini, aku yang menjadi center.

Ketika bel pertandingan tinggal 20 detik. Kami berhasil menambah skor 2 poin dari shooting Heral. Dan membuat kelas kami untuk pertama kalinya menjadi JUARA SICE 2013 serta yang membuatku sangat bahagia adalah ketika diumumkan MVP. Aku terpilih menjadi MVP pada classmeeting kali ini. Alhamdulillah. Suksesnya kelasku merebut juara pada Sinesa Classmeeting 2013, dan aku terpilih menjadi, MVP serta menjadi juara 3 SMK PGRI CUP. Dan yang terakhir kembali berhasil masuk 3 besar ranking membuat tahun 2011 ditutup dengan suasana yang sangat membahagiakan. Alhamdulillah.




Basketball LIfe (part 7) - Tournament Pertama ; SMK PGRI CUP

Setelah berbulan-bulan berlatih basket. Akhirnya, tiba juga saat yang ditunggu-tunggu. Turnamen pertama! Di edisi sebelumnya, sekolah menjadi juara 2 abadi setelah selalu kalah oleh tim basket GBBA SMPN 1 Malang. Aku bertanya-tanya seberapa kuat GBBA ini hingga sekolahku selalu kalah? Dan satu lagi pertanyaan, walau di sparing melawan SMAN 1 Lawang aku menjadi starting five. Apakah di turnamen kali ini aku menjadi starting five kembali?

-----

SMK PGRI CUP #DAY 1 (BIG EIGHT)
VS SMP Angkasa


Ya, hari itu aku tidak bangun dengan hal biasa. Bayangkan saja, hari itu akan diadakan pertandingan basket pertamaku. Aku tidak grogi. Karena saat mengikuti SSB, aku sudah sering menghadapi yang seperti ini. Aku berangkat ke sekolah sekitar pukul 6. Di sana masih sepi, bahkan tidak ada teman-teman basket ku. Akhirnya aku membuka ponselku dan men-cek apakah ada sms atau tidak. Dan ternyata tidak. Aku menutupnya, dan mengambil bola basket yang ada di kelasku. Aku mencoba beberapa shoot sebelum lapangan sudah mulai ramai dan aku memutuskan berhenti. Beberapa saat kemudian, aku melihat salah satu tim basket yang juga akan bertanding. Dia adalah adik kelasku-Pramana-. Satu demi satu temanku berdatangan. Sebagian teman kelasku memberiku support pada pertandingan hari itu. Padahal, hari itu di sekolahku juga diadakan classmeeting. Dan sialnya, kelasku juga akan bermain.

Kira-kira pukul 7.45 kami berangkat dari sekolah menuju SMK PGRI. Di sana, sudah terlihat lawan kami SMP Angkasa. Kami sama-sama tim dari singosari. Bedanya mereka dengan pelatih, dan kami tanpa pelatih. Ya memang sekolah kami sedikit 'ruwet'. Pertandingan akan dimulai sebentar lagi, sedangkan pelatih kami belum datang. Alhamdulillah nya beberapa menit sebelum pertandingan pelatih kami datang. Dan menunjuk siapa-siapa saja yang akan bertanding. Aku masuk di antaranya. Harpaanku terkabul! Aku menjadi starting five di turnamen pertamaku ini!

Pertandingan di mulai. Entah di menit ke berapa temanku mencetak poin. Aku sangat ingin mencetak poin pada pertandingan pertamaku. Mereka menerapkan defense man to man 3p. Aku melakukan gerakan tipuan untuk mengelabuhi lawan. aku meminta umpan kepada Dicky si kapten sekaligus point guard tim ku.  Aku mendapat umpan, tapi ada lawan yang menghalangi ku. Aku lakukan fake shot, dan segera mendribble dan melakukan lay up. Sial bola nya terlalu keras. Sampai di menit ke 7. Temanku mendapat free throw. Bolanya tidak masuk. Center tim lawan berusaha melakukan rebound. Tapi aku tidak mau kalah. Aku mencoba lebih cepat. Dapat! aku cepat-cepat melakukan undering. Yeah! Masuk. Poin pertama pada pertandingan pertamaku. Sampai akhir pertandingan aku hanya mampu menambah 1 poin dari free throw. Yah, walaupun hanya mampu menorehkan 3 angka. Tapi, itu sudah lebih dari targetku. Alhamdulillah terima kasih. Pada pertandingan kali ini kami menang dengan skor 16-10.

SMK PGRI CUP #DAY 2 (SEMI FINAL)
VS SMPN 1 Kepanjen

Hari itu adalah babak semifinal. Peserta lomba basket SMK PGRI CUP hanya 8 sekolah dari perwakilan setiap region.
Untuk informasi. ada SMPN 1 sgs A, SMPN 1 sgs B, dan SMP angkasa dari region singosari. Ada SMP Kepanjen 1, dan SMP Kepanjen 3 dari region Kepanjen. Dan yang terakhir dari region kota Malang. Ada SMPN 1 A dan SMPN 1 B.

2 hari yang lalu SMPN 1 sgs B tumbang dengan lawannya-SMPN Kepanjen 1-. Hari ini, SMPN 1 Kepanjen akan menjadi lawanku. Ini adalah misi revenge dari sekolahku. Tim B dikalahkan dengan skor 27-16. Seperti biasa, kami skuad tim A berangkat ke SMK PGRI sendiri(tanpa pelatih). Baru beberapa saat sebelum pertandingan di mulai pelatih kami baru datang. Di sisi lain, Kepanjen 1 tidak kunjung datang setelah tim kami sudah melakukan pemanasan cukup lama. Kira-kira setengah jam kemudian, datang Kepanjen 1 tergopoh-gopoh dan melakukan pemanasan.

Quarter pertama dimulai. Temanku berhasil melakukan tip-off dengan baik. Bola mengarah padaku. Aku langsung melakukan drive in dan mencoba untuk lay up. Sayang, terlalu keras. Bola berada di tangan Kepanjen 1. Karena pemain lawan lengah, aku berhasil merebut bola. Dan melakukan undering. skor 2-0. Hingga akhir quarter pertama skor 7-5 untuk Kepanjen 1. Di quarter kedua, kami gencar melakukan serangan. Namun selisih skor tetap tidak berubah. Skor menjadi 11-13 untuk Kepanjen 1. Di quarter ketiga kami mulai goyah. Kami sering melakukan kesalahan mendasar seperti travelling. Dan yang paling parah, kapten kami melakukan foul nya yang ke-5. Dan itu artinya foul-out. Aku melihat teman-temanku dalam kondisi down. Aku memikirkan sesuatu. Aku membayangkan aku adalah Rukawa saat chapter unstoppable. Rukawa secara individu mampu menyamakan defisit ketinggalan 10 angka. Dan lalu aku memikirkan bahwa aku Tracy McGrady yang mencetak 13 angka dalam 33 detik. Aku bermain dengan semangat. Aku berhasil memperkecil selisih skor menjadi 16-22. Tapi, Kepanjen 1 tidak berhenti menggempur pertahan kami. Mereka berhasil memanfaatkan kelemahan kami. Kami sering melakukan pelanggaran. Dari free throw itu mereka berhasil memperlebar keadaan. Di 1 menit terakhir, skor 32-18. Aku sempat melakukan lay-up, pemain lawan yang melanggarku, membuatku mendapatkan satu free throw(foul in). Sayang, tak bisa kumanfaatkan. Skor terakhir 32-20. Aku gagal merebut melaju ke babak final di tournament pertamaku. Dan di hari kedua ini, 10 poin aku cetak.

SMK PGRI CUP #DAY 3 (3rd place)
VS SMPN 1 Malang B

Pada pertandingan ini, aku menjadi pemanas bangku cadangan pada awal kuarter pertama. Teman-temanku berhasil membuat skor menjadi 6-0. Dan akhirnya aku masuk ke lapangan menggantikan temanku Shodiq. Hingga akhir kuarter, skor tidak berubah. Tetap 6-0. Di kuarter kedua, ternyata kami banyak tertinggal. Skor menjadi 9-8 untuk SMPN 1 Malang B di akhir kuarter. Namun, aku berhasil menambah pundi-pundi poin dengan lay up. Skor menjadi 10-9. 

Di kuarter ketiga. Terjadi jugal beli serangan, aku berhasil menambah poin dengan shooting ku dan Billy berhasil menambah poin dengan lay up nya. Skor menjadi 14-9. Namun, karena kami tidak konsentrasi. Skor menjadi 16-14 untuk SMPN 1 Malang B. Di kuarter akhir, yang merupakan penentuan. Skor menjadi sama 20-20. Saat pertandingan menyisakan 2 menit. SMPN  1 Malang B berhasil manambah poin melalui free throw dan skor menjadi 21-20 untuk SMPN 1 Malang B. 

Saat itu entah apa yang dirasakan teman-temanku, tetapi serangan yang kami lakukan terus gagal. SMPN 1 Malang B juga tidak henti-hentinya melakukan serangan. Hingga saat pertandingan menyisakan kurang dari 1 menit. Aku melakukan fast break dan dihadang oleh 2 orang pemain. 1 orang pemain berhasil ku lewati dengan crossover dribble. Namun, satu pemain lagi menghadang. Temanku, Shodiq membantu dan aku hendak mengumpan kepadanya yang tepat  berada di bawah ring. Tapi, aku melihat center lawan bergerak ke arah Shodiq dan aku memutuskan untuk melakukan lay up. dan MASUK!  Skor menjadi 22-21. Di sisa kuarter, SMPN 1 Malang B mencoba menambah poin, namun tidak berhasil. Dan akhirnya di turnamen pertama ku aku berhasil menjadi juara 3! Mencetak 21 poin dari 3 pertandingan! Dan melakukan lay up penetuan yang berhasil memimpin skor menjadi 22-21! Alhamdulillah

Basketball Life (part 6) - Clasmeeting abal-abal

Yak, sebulan sudah aku menjadi bagian dari ekskul basket SMPN 1 Singosari. Tidak seperti sebelum-sebelumnya. Kali ini aku tidak patah semangat dan terus berlatih. Tentunya juga bersama Danu.

Karena, tidak ada hal baru dan terkesan boring. Akhirnya, Ovi, teman kelasku mengusulkan untuk diadakannya pertandingan persahabatan basket melawan 8F. Jawara basket 2 kali berturut-turut yang undefeatable. Di kelas 8F terdapat kapten basket sekolah, Dicky, dan salah satu seroang Center terbaik yang dimiliki sekolahku, Billy. 

Namun, bukan berarti kami lemah. Di kelasku sendiri juga ada center bertubuh tinggi dengan bakat alaminya, Robby. Bakat alaminya mungkin memang ada di basket. Dia sangat jarang sekali latihan, malah hampir-hampir tidak pernah. Namun, feeling ball nya sungguh bagus. Block nya sangat mematikan dan akurasi lay up nya hampir 100%.Bukan hanya Robby saja, di kelasku juga ada Heraldi yang juga sama-sama memiliki feeling ball yang bagus, meski dia juga jarang latihan. Juga ada Adit yang meski bukan penggawa basket. Namun, dia memiliki shooting yang cukup bagus. Serta ada aku dan Danu yang baru saja mengikuti ekskul basket.

Jadilah Classmeeting tersebut dihelat pada tanggal 9 Oktober. Satu bulan sesudah aku mengikuti ekskul basket atau 3 bulan sesudah Danu mengikuti ekskul basket. Ini adalah pertandingan pertamaku dengan Danu setelah mengikuti ekskul basket. Semoga saja kami bisa memberikan yang terbaik.

Hari itu, aku seperti menemukan semangat baru. Entah darimana. Namun, rasanya kali ini aku tidak akan kalah. 

Di kuarter pertama. Sempat terjadi kejar mengejar skor. Billy dan Dicky yang membuka poin masing 2 poin dan 3 poin. Membuat kelasku tertinggal 5-0. Kami melakukan fast break cepat, dan aku melakukan shooting 3-point membalas 3-point dari Dicky tadi. dan MASUK! Skor menjadi 5-3. Sampai akhir kuater pertama skor masih tetap.


Kuarter kedua. Dari awal kelasku telah menekan kelas 8F. Kami berhasil menambah poin dari Heraldi dan Robby sehingga skor menjadi 7-5. Setelah itu terjadi jual beli serangan antara kelasku dan kelas 8F. Di akhir kuarter kedua, skor kelas 8F unggul skor 12-7. Namun, menjelang berakhirnya bel tanda berakhirnya half time. Kami melakukan 2 serangan fast break dan 2 lay up yang aku lakukan menghasilkan poin menjadi 12-11. Di penghujung kuearter, aku kembali mendapat 4 free throw, dan 2 di antaranya aku berhasil mencetak angka. Skor menjadi 13-12. Kami memimpin! Ditambah 3 point dari Adit menandakan buzzer beater dan skor menjadi 16-12.


Kuarter ketiga dan keempat 
Di sisa kuarter ketiga ini pertandingan semakin memanas. Keunggulan kelasku terus bertahan hingga kuarter keempat. Di kuarter keempat, 3-point dari Billy dan Lep membuat skor imbang. 24-24. Di sisa kuarter kami kehilangan konsentrasi dan akhirnya kelas kami hanya mampu menambahkan 3 poin sedangkan 8F menambahkan 8 poin. Skor menjadi 32-27 untuk 8F.

Dan sekali lagi kelas kami kalah!
Namun, ini pengalaman yang sanga berharga. Untuk pertama kalinya, kelasku mampu unggul sampai kuearter keempat melawan 8F. Dan untuk pertama kalinya aku mencetak 13 poin dalam satu pertandingan!




Dan selanjutnya, kelas kami sering mengadakan classmeeting abal-abal ini. Dan sampai akhir kelas 9. Kelas kami merupakan undefeatable class menggantikan kelas 8F!!



Basketball Life (part 5) - Kejutan Sepatu, Ajakan Sahabat, Mimpi DBL

Di awal tahun ketiga ini terdapat pendaftaran ekskul-ekskul yang ada di SMPN 1 Singosari. Sebelumnya, aku mengikuti ekskul teater bersama Ridho dan Danu. Untuk siswa kelas 9, sangat aneh jika berpindah ekskul. Bukan karena apa-apa, melainkan karena kelas 9 hanya berada di ekskul sampai semester satu saja. Itu artinya sedikit kemungkinan untuk menorehkan sebuah prestasi untuk ekskul tersebut.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dari kelasku yang mengikuti ekskul basket ada 2 orang. Yaitu, Heraldi dan Robby. Aku tidak ada sedikit niatan pun untuk ingin mengikuti ekskul basket. Itu karena aku sudah kelas 9 dan aku ingin lulus dengan hasl terbaik. Jadi, aku ingin memfokuskan diriku untuk belajar.

Namun, yang tidak disangka-sangka. Temanku, Danu, mendaftar pada ekskul basket di tahun ketiga ini. Untuk informasi saja, Danu ini tidak pernah bergelut dengan dunia olahraga sebelumnya. Badannya besar, namun fisiknya sangat buruk dan dia tidak memiliki power sama sekali. (Tetapi, di akhir cerita nanti akan aku ceritakan perubahan besar yang dilakukan Danu dengan semangatnya. Hingga dia bisa menembus starting five tim sekolah kami). Dengan catatan buruk seperti itu, aku menyarankan dia untuk tetap mengikuti ekskul teater saja. Namun, dengan tegas dia menjawab. "Aku iki sek melok teater! Tapi, yo melok basket pisan. (Aku ini masih ikut teater. Tapi, ya ikut basket juga.)"

Aku berdalih bahwa mungkin setelah satu atau dua bulan nanti, Danu pasti akan mengalami nasib seperti anak-anak ekskul basket yang lain. "Terseleksi Alam", dan akhirnya akan berhenti berlatih.

Ternyata aku salah! Sudah menginjak bulan kedua, dan dia tidak kehilangan semangat sedikitpun. Aku sampai terheran-heran. Aku belum pernah melihat Danu se-serius ini terhadap sesuatu. Dia malah berceloteh hampir tiap hari tentang latihan yang diperolehnya. Aku senang saja mendengarnya. Karena, sebenarnya jauh di dalam hatiku, aku juga mengingkan ekskul basket. Hanya saja karena aku tidak mempunyai basic yang bagus dan juga ingin berorientasi pada pelajaran, aku tidak begitu bersemangat mengikuti ekskul basket.

Danu. Sering tidak masuk akal. Namun, basket membuatnya tidak pernah menyerah dan membuat orang lain percaya masih ada sesuatu yang masuk akal dalam dirinya.


-----

Saat itu merupakan pertengahan bulan Agustus. Tiba-tiba Papa melihat-lihat barang-barang di League Store. Tiba-tiba papa bertanya, "Ko, kamu nggak ikut basket? Di Surabaya ada distributor League murah." Kebetulan saat itu Papa bekerja di Surabaya.

Mendengar hal itu, entah mengapa aku sangat bergembira. Aku cepat-cepat bertanya, "Papa mau mbelikan sepatu basket ta? Kalau iya, besok tak daftar basket sekalian." 

"Iya, nggak papa. Besok tak pesenkan.", kata papa mantap.

Entah apa perasaanku saat itu, campur aduk. Antara senang dan bingung apakah orientasi pelajran harus ditinggalkan? Namun, satu hal yang pasti bahwa aku akan segera memiliki sepatu basket sendiri. Itu artinya merupakan salah satu jalan Allah menunjukkan bahwa aku berkesempatan dalam bidang basket.

Keesokan harinya, hari dimana latihan basket. Aku tidak tahu apa saja hari latihannya. Dan ternyata hari ini, aku tidak membawa persiapan apapun. Namun, aku memakai dalaman baju Jupanca dan bawahan celana sepak bola. Serta sepatu sekolah. Karena sudah bertekad, aku tetap datang latihan di hari pertamaku dengan perlengkapan seadanya ini. 

Di hari pertamaku mulai latihan. Aku masih berlatih bersama pemula, yaitu anak-anak kelas 7 yang baru masuk. Kebetulan saat itu aku sudah bisa melakukan beberapa teknik dasar, yaitu shooting dan lay up. Hanya saja, ternyata beberapa bulan kemudian setelah melihat di youtube aku tahu teknik melemparku masih salah. Lay up? Juga masih salah. Tepatnya salah pada langkah. Haha. Maklum pemula.

Namun, entah mengapa kepercyaan diri selalu datang. Aku selalu percaya bahwa aku bisa! 

Malamnya, ketika Papa pulang. Ternyata Papa masih belum membawa sepatu yang aku idam-idamkan tersebut. Papa mengatakan lebih baik mencari di Malang saja. Jadilah, hari kedua aku berlatih aku menggunakan sepatu kets ku. Minggunya, aku pergi menuju matos untuk menuju league store. Di sana terpampang sebuah sepatu yang aku lihat di internet itu! Tetapi, sayang ukurannya tidak ada yang pas. Selalu kebesaran atau kekecilan. 

Akhirnya, aku pulang dengan perasaan kecewa. Papa seperti biasa kembali berjanji untuk membawakan sepatu yang dibeli dari Surabya segera.

Hari Selasa, latihan ketiga yang aku ikuti. Aku terbangun pagi-pagi dan segera bergegas ke sekolah, ketika aku tahu ada sebuah kotak sepatu di meja bertuliskan logo League. Aku sangat senang dan membuka isi kotak sepatu tersebut. Di sampingnya, juga terdapat sebuah bola DBL.



Sepulang sekolah, aku langsung bersiap untuk latihan. Kebetulan saat itu bulan puasa, jadi pulangku lebih awal dari biasanya. Sehingga, aku bisa pulang ke rumah terlebih dahulu. Dengan sepatu dan bola basket baru. Aku menemukan semangat baru! Apalagi begitu sampai di sekolah dan latihan dimulai aku sudah ditempatkan bersama anak -anak senior yang sudah lama mengikuti latihan. Semangatku bertambah berkali lipat!

Sejak saat itu aku mencintai basket dan aku seperti menemukan nyawa baru dalam kehidupanku. Aku jadi sering melihat website DBL. Terlintas keinginanku untuk suata saat berlaga di DBL dan kalau bisa juga aku ingin menjadi bagian dari DBL All-Star! Itu yang ada di pikiranku saat itu.

-----

Danu. Berperan besar untuk membujuk saya ke dunia basket.