Kamis, 16 Januari 2014

TIMELINE

"We do change. People change. Everythings around us change. Nothing stay the same. And it can be a good thing or a bad thing for us. The only thing we can do is just 'Keep Moving Forward!' "

Lucu. Ketika kita melihat kembali satu tahun yang lalu dari sekarang. Betapa semua hal telah berubah. Lalu, ketika kita melihat 2 tahun yang lalu. 3 tahun. 4 tahun. 10 tahun. 15 tahun.....

Ide menulis tulisan ini muncul begitu aku baru saja melihat foto SMP dan mengingat-ingat masa lalu.

Uhm... Akhir-akhir ini aku kembali menjalani rutinitas sehari-hariku sebagai pelajar SMA. Setiap harinya aku bangun jam 3 pagi. Sholat malam, dilanjutkan belajar plejaran hingga sholat shubuh. Terkadang setelah sholat shubuh aku membuka internet sejenak, atau terkadang di lain hari aku juga tidur sebentar. Lalu pukul 05.30 aku berangkat menuju sekolah. Pulang sekolah pukul 3 sore. Begitu pulang aku makan, mandi, sholat. Melihat facebook, twitter, blogger selama setengah jam hingga satu jam, Kemudian belajar hingga skitar pukul 9. Dan lalu tidur. Bangun jam 3 pagi. Sholat malam, dilanjutkan belajar pelajaran hingga sholat shubuh..... Begitu seterusnya.

Berbeda dengan beberapa bulan yang lalu, dimana aku aktif di sekolah. Dalam kepanitiaan sebuah acara maupun membuat acara sendiri. Hahaha. Tidak ada rutinitas saat itu. Karena, setiap hari ada saja hal baru yang aku lakukan. Ada saja hal baru yang aku pelajari. Namun, "kurang pintar"-nya manajemen waktuku, membuatku berhenti menjadi panitia semester 2 ini. Mungkin dalam beberapa acara aku masih menjadi panitia. Namun, tidak sebanyak sebelumnya. Terkadang aku sungguh merindukan dimana saat aku aktif menjadi panitia. Hahaha. Bingung, saat jadi panitia pingin jadi peserta. Saat jadi peserta pingin jadi panitia. XD

Dan semua itu tentu berbeda dari satu tahun yang lalu. Dimana meskipun aku juga aktif dalam kepanitiaan. Aku juga aktif membangun kerja sama dalam kelas. Aku merasa mendapatkan hidup baru di kelas ROKUDO. Teman-teman yang dapat mengerti dan mengoreksi aku dalam setiap waktunya. Betapa menyenangkannya saat itu. Saat itu, belajar menjadi seperti bermain. Karena setiap harinya aku sangat senang bersama mereka.

Dan tentu berbeda pula, dari 2 3 4 tahun yang lalu. Hahaha. Masa-masa SMP. Rutinitasku tentu berbeda. Setiap harinya aku berangkat ke sekolah menggunakan Angkot "Hijau" bertuliskan LA (Lawang-Arjosari). Bersenang-senang setiap hari dengan kelas terbaik yang pernah ada. JUPANCA. Bahagia, tawa, sedih, galau, hingga semua perasaan itu aku juga lalui bersama sahabat-sahabat terbaikku di SMP. Ridho, dengan sikap dewasanya walaupun lahir 98'. Yang selalu mengerti dan mendengarkan cerita teman-temanya. Hahaha. Dia juga sangat pintar dalam melawak! Namun, dari dulu hingga saat ini ada satu hal yang tidak berubah dari dia. Dia malas keluar rumah -_- Ada juga Danu! Dia juga tidak kalah pintar melawak. Malah dia mungkin yang paling pintar melawak. Ada juga Ovi, seseorang yang berjuang keras bersamaku dalam hal pendidikan. Aku semakin dekat dengannya ketika berada di kelas 9. Saat-saat aku juga mengenal cinta. Menyukai seseorang dari kelas sebelah! :D Ketika pertama kalinya aku menyukai seseorang dengan perasaan yang "dalam". Selama lebih dari setengah tahun aku memendam perasaan. Yang begitu aku tahu, ternyata dia juga 'sempat' mempunyai perasaan yang sama. Namun, semua berakhir begitu buruk. Dan menjadi kenangan yang buruk juga ketika berada di smp. Hahaha.

Juga sangat jauh berbeda saat aku masih ada di SD. Menggunakan serama merah putih yang menjadi lambang anak SD....

Mengingat itu semua membuatku ingin membuat memori manis saat ini untuk di kenang kelas XD

Namun, mengingat itu semua juga membuatku rindu dengan orang-orang yang ada di masa lalu. Yang saat itu selalu ada untukku. Yang sekarang sudah memiliki kesibukkan masing-masing. Aku merindukan orang-orang itu. Hahaha. Mulai dari Ridho, Danu, Lingga, Ovi, JUPANCA, ROKUDO, Izma, Rizal sahabat SD, hingga seseorang yang tidak ingin disebut namanya yang sempat ada di hatiku selama hampir setahun berada di SMA :D Hahaha.

"Pernakah kalian juga mengalami hal sepertiku? Bosan dengan rutinitas sehari-hari. Dan begitu rindu dengan masa lalu."

Senin, 06 Januari 2014

The Principal of Success - Do Better!

"We cannot just speak change. We have to live change. The gap between intention and action can be bridged only by action."

Entahlah. Sepertinya semua yang aku targetkan banyak yang belum terpenuhi. Perubahan-perubahan yang aku lakukan rasanya tidak berarti. Karena pada akhirnya aku akan kembali ke kebiasaan semulaku.

Apakah arti dari membuat target, jika kita tidak pernah mempunyai niatan untuk menyelesaikan target tersebut?

Niatan saja tidak cukup. Seseorang pemenang INGIN sukses. Bukan BERHARAP  sukses.

Sepertinya, aku tidak ingin melanjutkan tulisan ini. Karena takut, semua itu hanya dianggap omong kosong belaka. Mungkin saran yang tepat adalah aksi. Bukan ucapan, bukan tulisan.

Minggu, 05 Januari 2014

Basketball Life (part 8) - Classmeeting Day 3!

Setelah 2 edisi classmeeting sebelumnya yang selalu dimenangkan 8F. Kini classmeeting kembali diadakan, bedanya 8F telah di acak. Dicky dan Billy sudah terpisah. Namun, Dicky mendapatkan partner baru, Andhi salah satu Shooting Guard yang dimiliki tim basket SMPN 1 Singosari.

Classmeeting kali ini, kelas kami membawa sesuatu yang berbeda. Kami mengusung semangat kemenangan dengan skuad yang sama namun skill yang berbeda. Kali ini kelas kami lebih komplit. Hanya saja, tidak ada point guard yang mampu mengelola bola. Namun, tetap saja kelas kami tetap bersemangat!

CLASSMEETING DAY #1
Vs 8C

Tidak ada masalah yang berarti pada pertandingan pertama ini. Kami mampu memenangkan pertandingan dengan skor yang cukup telak. 50-12.





CLASSMEETING DAY #2 (BIG EIGHT)
Vs 8E
Berhubung classmeeting kali ini bersamaan dengan SMK PGRI CUP. Aku tidak bisa mengikuti pertandingan kali ini. Namun, jika menang aku masih bisa bertanding pada semi final melawan kelas 8D yang sudah menunggu di semi final.


Dan benar saja, teman-temanku tidak terlalu sulit menghadapi 8E. Hanya saja, mereka bercerita sepanjang pertandingan tensi selalu tinggi. Bahkan, Robby yang terkenal santai, sempat terpancng emosinya. Namun, skor akhir tetap miliki kami dengan skor 24-12.

CLASSMEETING DAY #2 (SEMI FINAL)
Vs 8D
Melawan 8D mungkin cukup sulit. Bagaimana tidak, seluruh pemain basket kelas 8 berasal dari 8D semua. Itu membuat langkah kami semakin sulit menuju semi final. Ditambah aku baru saja datang dari turname di SMK PGRI. Aku baru bisa bermain di second half atau kuarter ketiga. 

Awal, pertandingan teman-temanku sempat tertinggal 6-2. Hampir semua penonton menjagokan 8D yang akan menjadi pemenang. Itu juga merupakan tekanan tersendiri. Di akhir kuarter kedua, kelasku mampu membalikkan keadaan menjadi 8-6.



Di kuarter ketiga hingga akhir banyak terjadi kontroversi. Termasuk "ghost point". Di pertengahan kuarter, aku mendapat umpan dari Danu, aku melakukan drive in dan tepat di sudut 0 derajat, aku melakukan shooting. 



Bola masuk deras. Tapi karena tidak ada jaring di ring. Banyak yang meragukan apakah bola masuk atau tidak. Sempat terjadi debat antar pemain, wasit, dan penonton. Keputusan akhir wasit memberikan poin kepada shooting yang memang masuk tersebut.



Hingga akhir kuarter kami kembali tidak mengalami kesulitan yang berarti, 8D sempat down saat tertinggal 8 poin dan itu memudahkan kami. Akhirnya, kami memenangkan pertandingan dengan skor 22-14.

CLASSMEETING DAY #3 (FINAL)
Vs 9H
Di kelas 9H hanya ada satu pemain basket yang merupakan tim dari SMPN 1 Singosari. Namun, semua pemainnya memiliki badan atletis yang membuat mereka dengan gagah mengalahkan kelas 9E yang dihuni kapten basket dan juga 9I yang banyak diisi oleh tim basket sekolah. Ditambah lagi terdpat orang paling tinggi satu sekolah, Nafi, yang baru-baru itu banyak mendapat pelajaran basket dari Dicky si kapten. Nafi memilki tinggi 195cm. Entah apa yang dimakan Nafi sehingga bisa setinggi itu.

Kuarter pertama, dengan sistem format baru pada classmeeting kali ini. Yang bermain adalah tim cewek. Tim cewek kami yang undefeatable di pertandingan-pertandingan sebelumnya, dan selalu membuat lawan scoreless. Kali ini kalah dengan skor 2-1. Kami melanjutkan perjuangannya di kuarter kedua, ketiga, dan keempat.



Kuarter kedua berjalan. Kami langung tancap gas lewat 2 three-point dari Adit dan Robby. Serta shooting reverse dariku. Dan mampu memimpin skor menjadi 9-2. Di sisa kuarter kedua kami sempat terkejar dan poin menjadi 13-9 masih untuk kami.

Di kuarter ketiga, kami membuat lawan scoreless. Sedangkan kami menambat 4 poin menjadi 17-9.


Kuarter keempat, Kami sempat kesulitan. Kami tidak bisa mencetak poin, sedangkan, tim lawan memasukkan pemain tertingginya, Nafi yang baru saja masuk sudah mencetak poin. Namun, block akurat serta lompatan yang tinggi dari Robby membuat Nafi frustrasi. Namun, tidak sedikit Robby melakukan pelanggaran berbuah free throw kepada Nafi. Robby, yangdari kuarter kedua dan ketiga tidak melakukan pelanggaran. Terpaksa harus FOUL-OUT ketika melakukan pelanggaran ke-5 kepada Nafi. Dan waktu tersisa 3 menit. Untung saja Nafi tidak pandai dalam hal free throw. Itu yang menyebabkan, 10 free throw yang didapatnya hanya menghasilkan 2 poin. Setelah keluarnya Robby, praktis tidak ada lagi yang bisa menahan gempuran Nafi. Danu yang mempunyai tinggi 178cm masih kalah jauh dengan Nafi yang mempunyai tinggi 195cm. Ketika, time-out Danu meminta menjadi Center. Namun, aku mempunyai strategi lain. Meskipun Danu menjadi Center, dia tidak akan bisa mem-block Nafi. Sehingga aku memanfaatkan cutting atau memotong umpan lawan kepada Nafi. Di akhir kuarter ini, aku yang menjadi center.

Ketika bel pertandingan tinggal 20 detik. Kami berhasil menambah skor 2 poin dari shooting Heral. Dan membuat kelas kami untuk pertama kalinya menjadi JUARA SICE 2013 serta yang membuatku sangat bahagia adalah ketika diumumkan MVP. Aku terpilih menjadi MVP pada classmeeting kali ini. Alhamdulillah. Suksesnya kelasku merebut juara pada Sinesa Classmeeting 2013, dan aku terpilih menjadi, MVP serta menjadi juara 3 SMK PGRI CUP. Dan yang terakhir kembali berhasil masuk 3 besar ranking membuat tahun 2011 ditutup dengan suasana yang sangat membahagiakan. Alhamdulillah.




Basketball LIfe (part 7) - Tournament Pertama ; SMK PGRI CUP

Setelah berbulan-bulan berlatih basket. Akhirnya, tiba juga saat yang ditunggu-tunggu. Turnamen pertama! Di edisi sebelumnya, sekolah menjadi juara 2 abadi setelah selalu kalah oleh tim basket GBBA SMPN 1 Malang. Aku bertanya-tanya seberapa kuat GBBA ini hingga sekolahku selalu kalah? Dan satu lagi pertanyaan, walau di sparing melawan SMAN 1 Lawang aku menjadi starting five. Apakah di turnamen kali ini aku menjadi starting five kembali?

-----

SMK PGRI CUP #DAY 1 (BIG EIGHT)
VS SMP Angkasa


Ya, hari itu aku tidak bangun dengan hal biasa. Bayangkan saja, hari itu akan diadakan pertandingan basket pertamaku. Aku tidak grogi. Karena saat mengikuti SSB, aku sudah sering menghadapi yang seperti ini. Aku berangkat ke sekolah sekitar pukul 6. Di sana masih sepi, bahkan tidak ada teman-teman basket ku. Akhirnya aku membuka ponselku dan men-cek apakah ada sms atau tidak. Dan ternyata tidak. Aku menutupnya, dan mengambil bola basket yang ada di kelasku. Aku mencoba beberapa shoot sebelum lapangan sudah mulai ramai dan aku memutuskan berhenti. Beberapa saat kemudian, aku melihat salah satu tim basket yang juga akan bertanding. Dia adalah adik kelasku-Pramana-. Satu demi satu temanku berdatangan. Sebagian teman kelasku memberiku support pada pertandingan hari itu. Padahal, hari itu di sekolahku juga diadakan classmeeting. Dan sialnya, kelasku juga akan bermain.

Kira-kira pukul 7.45 kami berangkat dari sekolah menuju SMK PGRI. Di sana, sudah terlihat lawan kami SMP Angkasa. Kami sama-sama tim dari singosari. Bedanya mereka dengan pelatih, dan kami tanpa pelatih. Ya memang sekolah kami sedikit 'ruwet'. Pertandingan akan dimulai sebentar lagi, sedangkan pelatih kami belum datang. Alhamdulillah nya beberapa menit sebelum pertandingan pelatih kami datang. Dan menunjuk siapa-siapa saja yang akan bertanding. Aku masuk di antaranya. Harpaanku terkabul! Aku menjadi starting five di turnamen pertamaku ini!

Pertandingan di mulai. Entah di menit ke berapa temanku mencetak poin. Aku sangat ingin mencetak poin pada pertandingan pertamaku. Mereka menerapkan defense man to man 3p. Aku melakukan gerakan tipuan untuk mengelabuhi lawan. aku meminta umpan kepada Dicky si kapten sekaligus point guard tim ku.  Aku mendapat umpan, tapi ada lawan yang menghalangi ku. Aku lakukan fake shot, dan segera mendribble dan melakukan lay up. Sial bola nya terlalu keras. Sampai di menit ke 7. Temanku mendapat free throw. Bolanya tidak masuk. Center tim lawan berusaha melakukan rebound. Tapi aku tidak mau kalah. Aku mencoba lebih cepat. Dapat! aku cepat-cepat melakukan undering. Yeah! Masuk. Poin pertama pada pertandingan pertamaku. Sampai akhir pertandingan aku hanya mampu menambah 1 poin dari free throw. Yah, walaupun hanya mampu menorehkan 3 angka. Tapi, itu sudah lebih dari targetku. Alhamdulillah terima kasih. Pada pertandingan kali ini kami menang dengan skor 16-10.

SMK PGRI CUP #DAY 2 (SEMI FINAL)
VS SMPN 1 Kepanjen

Hari itu adalah babak semifinal. Peserta lomba basket SMK PGRI CUP hanya 8 sekolah dari perwakilan setiap region.
Untuk informasi. ada SMPN 1 sgs A, SMPN 1 sgs B, dan SMP angkasa dari region singosari. Ada SMP Kepanjen 1, dan SMP Kepanjen 3 dari region Kepanjen. Dan yang terakhir dari region kota Malang. Ada SMPN 1 A dan SMPN 1 B.

2 hari yang lalu SMPN 1 sgs B tumbang dengan lawannya-SMPN Kepanjen 1-. Hari ini, SMPN 1 Kepanjen akan menjadi lawanku. Ini adalah misi revenge dari sekolahku. Tim B dikalahkan dengan skor 27-16. Seperti biasa, kami skuad tim A berangkat ke SMK PGRI sendiri(tanpa pelatih). Baru beberapa saat sebelum pertandingan di mulai pelatih kami baru datang. Di sisi lain, Kepanjen 1 tidak kunjung datang setelah tim kami sudah melakukan pemanasan cukup lama. Kira-kira setengah jam kemudian, datang Kepanjen 1 tergopoh-gopoh dan melakukan pemanasan.

Quarter pertama dimulai. Temanku berhasil melakukan tip-off dengan baik. Bola mengarah padaku. Aku langsung melakukan drive in dan mencoba untuk lay up. Sayang, terlalu keras. Bola berada di tangan Kepanjen 1. Karena pemain lawan lengah, aku berhasil merebut bola. Dan melakukan undering. skor 2-0. Hingga akhir quarter pertama skor 7-5 untuk Kepanjen 1. Di quarter kedua, kami gencar melakukan serangan. Namun selisih skor tetap tidak berubah. Skor menjadi 11-13 untuk Kepanjen 1. Di quarter ketiga kami mulai goyah. Kami sering melakukan kesalahan mendasar seperti travelling. Dan yang paling parah, kapten kami melakukan foul nya yang ke-5. Dan itu artinya foul-out. Aku melihat teman-temanku dalam kondisi down. Aku memikirkan sesuatu. Aku membayangkan aku adalah Rukawa saat chapter unstoppable. Rukawa secara individu mampu menyamakan defisit ketinggalan 10 angka. Dan lalu aku memikirkan bahwa aku Tracy McGrady yang mencetak 13 angka dalam 33 detik. Aku bermain dengan semangat. Aku berhasil memperkecil selisih skor menjadi 16-22. Tapi, Kepanjen 1 tidak berhenti menggempur pertahan kami. Mereka berhasil memanfaatkan kelemahan kami. Kami sering melakukan pelanggaran. Dari free throw itu mereka berhasil memperlebar keadaan. Di 1 menit terakhir, skor 32-18. Aku sempat melakukan lay-up, pemain lawan yang melanggarku, membuatku mendapatkan satu free throw(foul in). Sayang, tak bisa kumanfaatkan. Skor terakhir 32-20. Aku gagal merebut melaju ke babak final di tournament pertamaku. Dan di hari kedua ini, 10 poin aku cetak.

SMK PGRI CUP #DAY 3 (3rd place)
VS SMPN 1 Malang B

Pada pertandingan ini, aku menjadi pemanas bangku cadangan pada awal kuarter pertama. Teman-temanku berhasil membuat skor menjadi 6-0. Dan akhirnya aku masuk ke lapangan menggantikan temanku Shodiq. Hingga akhir kuarter, skor tidak berubah. Tetap 6-0. Di kuarter kedua, ternyata kami banyak tertinggal. Skor menjadi 9-8 untuk SMPN 1 Malang B di akhir kuarter. Namun, aku berhasil menambah pundi-pundi poin dengan lay up. Skor menjadi 10-9. 

Di kuarter ketiga. Terjadi jugal beli serangan, aku berhasil menambah poin dengan shooting ku dan Billy berhasil menambah poin dengan lay up nya. Skor menjadi 14-9. Namun, karena kami tidak konsentrasi. Skor menjadi 16-14 untuk SMPN 1 Malang B. Di kuarter akhir, yang merupakan penentuan. Skor menjadi sama 20-20. Saat pertandingan menyisakan 2 menit. SMPN  1 Malang B berhasil manambah poin melalui free throw dan skor menjadi 21-20 untuk SMPN 1 Malang B. 

Saat itu entah apa yang dirasakan teman-temanku, tetapi serangan yang kami lakukan terus gagal. SMPN 1 Malang B juga tidak henti-hentinya melakukan serangan. Hingga saat pertandingan menyisakan kurang dari 1 menit. Aku melakukan fast break dan dihadang oleh 2 orang pemain. 1 orang pemain berhasil ku lewati dengan crossover dribble. Namun, satu pemain lagi menghadang. Temanku, Shodiq membantu dan aku hendak mengumpan kepadanya yang tepat  berada di bawah ring. Tapi, aku melihat center lawan bergerak ke arah Shodiq dan aku memutuskan untuk melakukan lay up. dan MASUK!  Skor menjadi 22-21. Di sisa kuarter, SMPN 1 Malang B mencoba menambah poin, namun tidak berhasil. Dan akhirnya di turnamen pertama ku aku berhasil menjadi juara 3! Mencetak 21 poin dari 3 pertandingan! Dan melakukan lay up penetuan yang berhasil memimpin skor menjadi 22-21! Alhamdulillah

Basketball Life (part 6) - Clasmeeting abal-abal

Yak, sebulan sudah aku menjadi bagian dari ekskul basket SMPN 1 Singosari. Tidak seperti sebelum-sebelumnya. Kali ini aku tidak patah semangat dan terus berlatih. Tentunya juga bersama Danu.

Karena, tidak ada hal baru dan terkesan boring. Akhirnya, Ovi, teman kelasku mengusulkan untuk diadakannya pertandingan persahabatan basket melawan 8F. Jawara basket 2 kali berturut-turut yang undefeatable. Di kelas 8F terdapat kapten basket sekolah, Dicky, dan salah satu seroang Center terbaik yang dimiliki sekolahku, Billy. 

Namun, bukan berarti kami lemah. Di kelasku sendiri juga ada center bertubuh tinggi dengan bakat alaminya, Robby. Bakat alaminya mungkin memang ada di basket. Dia sangat jarang sekali latihan, malah hampir-hampir tidak pernah. Namun, feeling ball nya sungguh bagus. Block nya sangat mematikan dan akurasi lay up nya hampir 100%.Bukan hanya Robby saja, di kelasku juga ada Heraldi yang juga sama-sama memiliki feeling ball yang bagus, meski dia juga jarang latihan. Juga ada Adit yang meski bukan penggawa basket. Namun, dia memiliki shooting yang cukup bagus. Serta ada aku dan Danu yang baru saja mengikuti ekskul basket.

Jadilah Classmeeting tersebut dihelat pada tanggal 9 Oktober. Satu bulan sesudah aku mengikuti ekskul basket atau 3 bulan sesudah Danu mengikuti ekskul basket. Ini adalah pertandingan pertamaku dengan Danu setelah mengikuti ekskul basket. Semoga saja kami bisa memberikan yang terbaik.

Hari itu, aku seperti menemukan semangat baru. Entah darimana. Namun, rasanya kali ini aku tidak akan kalah. 

Di kuarter pertama. Sempat terjadi kejar mengejar skor. Billy dan Dicky yang membuka poin masing 2 poin dan 3 poin. Membuat kelasku tertinggal 5-0. Kami melakukan fast break cepat, dan aku melakukan shooting 3-point membalas 3-point dari Dicky tadi. dan MASUK! Skor menjadi 5-3. Sampai akhir kuater pertama skor masih tetap.


Kuarter kedua. Dari awal kelasku telah menekan kelas 8F. Kami berhasil menambah poin dari Heraldi dan Robby sehingga skor menjadi 7-5. Setelah itu terjadi jual beli serangan antara kelasku dan kelas 8F. Di akhir kuarter kedua, skor kelas 8F unggul skor 12-7. Namun, menjelang berakhirnya bel tanda berakhirnya half time. Kami melakukan 2 serangan fast break dan 2 lay up yang aku lakukan menghasilkan poin menjadi 12-11. Di penghujung kuearter, aku kembali mendapat 4 free throw, dan 2 di antaranya aku berhasil mencetak angka. Skor menjadi 13-12. Kami memimpin! Ditambah 3 point dari Adit menandakan buzzer beater dan skor menjadi 16-12.


Kuarter ketiga dan keempat 
Di sisa kuarter ketiga ini pertandingan semakin memanas. Keunggulan kelasku terus bertahan hingga kuarter keempat. Di kuarter keempat, 3-point dari Billy dan Lep membuat skor imbang. 24-24. Di sisa kuarter kami kehilangan konsentrasi dan akhirnya kelas kami hanya mampu menambahkan 3 poin sedangkan 8F menambahkan 8 poin. Skor menjadi 32-27 untuk 8F.

Dan sekali lagi kelas kami kalah!
Namun, ini pengalaman yang sanga berharga. Untuk pertama kalinya, kelasku mampu unggul sampai kuearter keempat melawan 8F. Dan untuk pertama kalinya aku mencetak 13 poin dalam satu pertandingan!




Dan selanjutnya, kelas kami sering mengadakan classmeeting abal-abal ini. Dan sampai akhir kelas 9. Kelas kami merupakan undefeatable class menggantikan kelas 8F!!



Basketball Life (part 5) - Kejutan Sepatu, Ajakan Sahabat, Mimpi DBL

Di awal tahun ketiga ini terdapat pendaftaran ekskul-ekskul yang ada di SMPN 1 Singosari. Sebelumnya, aku mengikuti ekskul teater bersama Ridho dan Danu. Untuk siswa kelas 9, sangat aneh jika berpindah ekskul. Bukan karena apa-apa, melainkan karena kelas 9 hanya berada di ekskul sampai semester satu saja. Itu artinya sedikit kemungkinan untuk menorehkan sebuah prestasi untuk ekskul tersebut.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dari kelasku yang mengikuti ekskul basket ada 2 orang. Yaitu, Heraldi dan Robby. Aku tidak ada sedikit niatan pun untuk ingin mengikuti ekskul basket. Itu karena aku sudah kelas 9 dan aku ingin lulus dengan hasl terbaik. Jadi, aku ingin memfokuskan diriku untuk belajar.

Namun, yang tidak disangka-sangka. Temanku, Danu, mendaftar pada ekskul basket di tahun ketiga ini. Untuk informasi saja, Danu ini tidak pernah bergelut dengan dunia olahraga sebelumnya. Badannya besar, namun fisiknya sangat buruk dan dia tidak memiliki power sama sekali. (Tetapi, di akhir cerita nanti akan aku ceritakan perubahan besar yang dilakukan Danu dengan semangatnya. Hingga dia bisa menembus starting five tim sekolah kami). Dengan catatan buruk seperti itu, aku menyarankan dia untuk tetap mengikuti ekskul teater saja. Namun, dengan tegas dia menjawab. "Aku iki sek melok teater! Tapi, yo melok basket pisan. (Aku ini masih ikut teater. Tapi, ya ikut basket juga.)"

Aku berdalih bahwa mungkin setelah satu atau dua bulan nanti, Danu pasti akan mengalami nasib seperti anak-anak ekskul basket yang lain. "Terseleksi Alam", dan akhirnya akan berhenti berlatih.

Ternyata aku salah! Sudah menginjak bulan kedua, dan dia tidak kehilangan semangat sedikitpun. Aku sampai terheran-heran. Aku belum pernah melihat Danu se-serius ini terhadap sesuatu. Dia malah berceloteh hampir tiap hari tentang latihan yang diperolehnya. Aku senang saja mendengarnya. Karena, sebenarnya jauh di dalam hatiku, aku juga mengingkan ekskul basket. Hanya saja karena aku tidak mempunyai basic yang bagus dan juga ingin berorientasi pada pelajaran, aku tidak begitu bersemangat mengikuti ekskul basket.

Danu. Sering tidak masuk akal. Namun, basket membuatnya tidak pernah menyerah dan membuat orang lain percaya masih ada sesuatu yang masuk akal dalam dirinya.


-----

Saat itu merupakan pertengahan bulan Agustus. Tiba-tiba Papa melihat-lihat barang-barang di League Store. Tiba-tiba papa bertanya, "Ko, kamu nggak ikut basket? Di Surabaya ada distributor League murah." Kebetulan saat itu Papa bekerja di Surabaya.

Mendengar hal itu, entah mengapa aku sangat bergembira. Aku cepat-cepat bertanya, "Papa mau mbelikan sepatu basket ta? Kalau iya, besok tak daftar basket sekalian." 

"Iya, nggak papa. Besok tak pesenkan.", kata papa mantap.

Entah apa perasaanku saat itu, campur aduk. Antara senang dan bingung apakah orientasi pelajran harus ditinggalkan? Namun, satu hal yang pasti bahwa aku akan segera memiliki sepatu basket sendiri. Itu artinya merupakan salah satu jalan Allah menunjukkan bahwa aku berkesempatan dalam bidang basket.

Keesokan harinya, hari dimana latihan basket. Aku tidak tahu apa saja hari latihannya. Dan ternyata hari ini, aku tidak membawa persiapan apapun. Namun, aku memakai dalaman baju Jupanca dan bawahan celana sepak bola. Serta sepatu sekolah. Karena sudah bertekad, aku tetap datang latihan di hari pertamaku dengan perlengkapan seadanya ini. 

Di hari pertamaku mulai latihan. Aku masih berlatih bersama pemula, yaitu anak-anak kelas 7 yang baru masuk. Kebetulan saat itu aku sudah bisa melakukan beberapa teknik dasar, yaitu shooting dan lay up. Hanya saja, ternyata beberapa bulan kemudian setelah melihat di youtube aku tahu teknik melemparku masih salah. Lay up? Juga masih salah. Tepatnya salah pada langkah. Haha. Maklum pemula.

Namun, entah mengapa kepercyaan diri selalu datang. Aku selalu percaya bahwa aku bisa! 

Malamnya, ketika Papa pulang. Ternyata Papa masih belum membawa sepatu yang aku idam-idamkan tersebut. Papa mengatakan lebih baik mencari di Malang saja. Jadilah, hari kedua aku berlatih aku menggunakan sepatu kets ku. Minggunya, aku pergi menuju matos untuk menuju league store. Di sana terpampang sebuah sepatu yang aku lihat di internet itu! Tetapi, sayang ukurannya tidak ada yang pas. Selalu kebesaran atau kekecilan. 

Akhirnya, aku pulang dengan perasaan kecewa. Papa seperti biasa kembali berjanji untuk membawakan sepatu yang dibeli dari Surabya segera.

Hari Selasa, latihan ketiga yang aku ikuti. Aku terbangun pagi-pagi dan segera bergegas ke sekolah, ketika aku tahu ada sebuah kotak sepatu di meja bertuliskan logo League. Aku sangat senang dan membuka isi kotak sepatu tersebut. Di sampingnya, juga terdapat sebuah bola DBL.



Sepulang sekolah, aku langsung bersiap untuk latihan. Kebetulan saat itu bulan puasa, jadi pulangku lebih awal dari biasanya. Sehingga, aku bisa pulang ke rumah terlebih dahulu. Dengan sepatu dan bola basket baru. Aku menemukan semangat baru! Apalagi begitu sampai di sekolah dan latihan dimulai aku sudah ditempatkan bersama anak -anak senior yang sudah lama mengikuti latihan. Semangatku bertambah berkali lipat!

Sejak saat itu aku mencintai basket dan aku seperti menemukan nyawa baru dalam kehidupanku. Aku jadi sering melihat website DBL. Terlintas keinginanku untuk suata saat berlaga di DBL dan kalau bisa juga aku ingin menjadi bagian dari DBL All-Star! Itu yang ada di pikiranku saat itu.

-----

Danu. Berperan besar untuk membujuk saya ke dunia basket.



Jumat, 03 Januari 2014

Basketball Life (part 4) - Classmeeting day 2!

Sejak Classmeeting terakhir yang dihelat tanggal 19 April lalu, aku semakin sering bermain basket. Aku berfikir betapa kerennya jika tim All-Star pada classmeeting lalu mewakili sekolah kami dalam turnamen basket. Namun, aku tetap tidak ada pikiran untuk mengikuti ekskul basket lagi.

-----

Bulan Juni musimnya UKK. Setelah melaksanakan UKK selama seminggu terdapat hari kosong selama 5 hari sebelum diadakan rapotan. Aku dan temanku OSIS mengajukan untuk diadakan classmeeting. Pak Slamet selaku kesiswaan meminta izin kepada kepala sekolah. Dan kepala sekolah Alhamdulillah menyetujuinya. Namun, sayang, karena minimnya dana hanya akan ada satu lomba yang dipertandingkan. Tidak ragu lagi aku mengatakan yang harus dipertandingkan adalah basket. Beberapa anak OSIS menyetujuinya dan akhirnya, jadilah lomba basket yang diadakan. 

Siangnya, kami langsung mengumpulkan ketua kelas dan melakukan undian. Kali ini kelasku berada di pool yang berbeda dengan kelas 8F. Itu harapan utamaku. Di pertandingan pertama aku menghadapi kelas 8E. Sayangnya, ketika aku pulang badanku sungguh panas dan aku merasa demam. Akhirnya, aku istirahat total.

Keesokan harinya, hari dimana classmeeting pertama dimulai. aku tidak diperbolehkan mama untuk sekolah. Karena tubuhku masih demam. Aku kembali tidur dengan perasaan kecewa. Pukul 7.30 aku bangun dan memeriksa suhu tubuhku. Ternyata suhu tubuhku menurun! Akhirnya aku bergegas untuk masuk sekolah. Mengingat kelasku akan bertanding pukul 09.00. Cukuplah waktu yang aku butuhkan untuk sampai ke sekolah. 

Begitu tiba di sekolah aku dan teman-temanku langsung melakukan pemanasan. Beberapa menit kemudian kami keluar kelas dan siap untuk bermain!

BIG EIGHT - 8E!

Kami ketinggalan terlebih dahulu oleh free throw yang dibuat Teja. Skor 0-1. Tetapi, selanjutnya kami terus mencetak skor dan memimpin pertandingan. Dari first half, kami sudah memimpin skor 8-1. Jika di classmeeting sebelumnya aku tidak membuat skor sama sekali, di pertandingan kali ini aku menyumbang 3 poin untuk tim ku. Di babak kedua, kami semakin bersemangat dan memimpin pertandingan dengan skor 15-1.

Ketika kami sudah memimpin cukup jauh, Robby, aku dan Adit keluar untuk digantikan teman-temanku yang lainnya. Di sisa waktu, kelas 8E membuat 2 three-point dan membuat skor menjadi 15-7. Hingga akhir skor tetap. Dan kami maju ke babak semi-final!

SEMI FINAL - 8H!
Melawan 8H yang merupakan runner-up classmeeting sebelumnya, kami memberikan perlawanan yang cukup sengit.

Robby yang cedera di awal babak pertama, membuat kelas kami tertinggal 3-2. Di babak kedua, Robby mencoba untuk bermain. Namun, three-point kelas 8H membuat skor menjadi 6-2 dan membuat kami harus kerja ekstra keras. Robby berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 6-4. Dan selanjutnya pertandingan berjalan dengan ketat. Kelas 8E yang mendominasi serangan, sempat lengah di pertengahan babak kedua, Robby yang berdiri bebas di depan langsung mendapat umpan. Namun, karena mendapat gangguan dari pemain 8E lay up nya tidak masuk. Beruntung, kami masih mendapatkan 2 free throw. Sayang Robby tidak dapat memaksimalkan 2 free throw tersebut dan membuat skor masih tetap. Di akhir kuarter kami hanya bisa menambahkan 2 poin, sedangkan 8E 4 poin. Skor total menjadi 10-6! Kami kalah.

PEREBUTAN JUARA 3 - 8I!

Walaupun gagal melaju ke babak final, kelas kami masih memiliki kesempatan untuk merebut juara 3. Di perebutan juara 3, kelas kami bertemu dengan kelas 8I. Awalnya pertandingan berjalan dengan sengit. Namun, di akhir babak kedua kami berhasil unggul 15-11 dan menjadi juara 3 dalam classmeeting kali ini!

Classmeeting ini cukup berkesan. Walau hanya bisa membuat poin di petandingan pertama, setidaknya aku dapat membuat kemajuan dibandingkan classmeeting sebelumnya. Ini adalah akhir perjalanan basketku di kelas 8 SMP.

Basketball Life (part 3) - Classmeeting Day 1!

Di pertengahan bulan April sesudah UTS. Kesiswaan memutuskan untuk membuat sebuah acara Classmeeting. Karena merupakan acara kecil. Classmeeting ini hanya dihelat oleh siswa kelas 8 saja. Dan kebetulan yang dipertandingkan adalah bola basket.

19 April 2011.
Beberapa hari sebelumnya, aku dan teman-temanku beberapa kali melakukan latihan demi merebut gelar perdana di classmeeting kali ini. Semuanya terasa menarik begitu aku tau yang dipertandingkan adalah bola basket.

Pagi itu, acara dimulai dengan gerak jalan. Kemudian dilanjutkan dengan pentas seni kecil. Dan akhirnya, yang ditunggu-tunggu adalah lomba basket!

Sesuai undian Kelas kami akan menghadapi lawan dari kelas sebelah, kelas 8C. kelas kami sendiri-8A- tidak diunggulkan. Kami hanya memiliki satu Center besar (Robby) dan satu lagi pointer (Heral). Namun, karena memang kami semua masih kurang banyak pengalaman. Sehingga kami bukanlah tim yang dijagokan. Kami bahkan dipandang sebelah mata ketika awal kami bertanding.

Namun, kami semua menepis dugaan itu dengan menaklukan 8C dengan skor yang cukup telak. 11-2. Ini hasil kerja sama semua pemain yang sangat apik. Robby yang mencetak seluruh poin kami. Kami hanya mengandalkan umpan lambung yang disambut Robby tepat di bawah ring. Dengan tubuhnya yang mencapai 175cm. Robby dengan mudah melakukan under basket. 


Setelah pertandingan tersebut kami berangsur-angsur mendapatkan kepercayaan diri. Kami menaklukan kelas 8D dengan skor 3-0.

Di semifinal, sayang kelas kami yang unggul 2-0 hingga menit ke 9 kuarter 2 (2x10menit waktu normal). Dibalas 2-2. Dan terpaksa diadakan overtime. Ini adalah overtime kali pertama dan terakhir yang terjadi di Classmeeting SMPN 1 Singosari. Haha. Sayang di babak overtime kami kehilangan poin dan berhenti di babak semi-final dengan kalah 4-2 oleh 8F.

Cerita selengkapnya telah aku tuliskan dalam pos ini 19 April 2011

Basketball Life (Part 2) - Come Back!

Aku tidak sepenuhnya keluar dari dunia basket. Aku tetap bermain basket, walau hanya dengan teman-temanku ketika hari libur atau saat jam pelajaran kosong. Di sela-sela permainan itu, teman-temanku cukup takut ketika aku bermain. Mungkin karena terbiasa bermain sepak bola yang keras. Kebiasaan itu terbawa dalam basket, aku tidak tahu cara teknik dribble yang benar. Jadi, yang aku lakukan hanya men-dribble bola sambil menabrak setiap orang yang ada di depanku.

Saat itu, kakak kelasku-mas Stefa- yang merupakan kapten tim basket sekolah memuji teknik dribble-ku. Aku sungguh senang. Walaupun baru-baru ini aku tahu, pujian itu hanya ledekan. Namun, itu membuat semangatku bermain basket kian meninggi. Intensitas bermain basketku semakin sering dan akhirnya temanku, Robby bertanya kenapa aku tidak ikut ekskul basket saja.

Saat itu, kami tengah menginjak semester 2. Aku tertarik dengan tawarannya. Akhirnya, aku memutuskan untuk ikut tim basket lagi. Kali ini dengan semangat baru. Tentunya, saat itu aku belum mempunyai sepatu basket. Aku hanya menggunakan sepatu kets yang biasa aku gunakan saat berlari.



Aku sungguh nervous saat latihan pertama di semester 2 ini. Bagaimana tidak, orang yang aku kenal hanya Robby saja. Sedangkan, yang lainnya adalah kakak kelas dan 2 anak kelas 7 yang lainnya. Ya, kelas 7 hanya tersisa 3 orang. Anang, Dicky, dan Robby. Itu merupakan seleksi alam yang selalu terjadi di dalam tim basket manapun. Yang tidak dapat bertahan lah yang akan menyerah.

Setelah melakukan beberapa gerakan stretching kami melakukan passing dan lay up. Aku sendiri belum tau bagaimana cara nya melakukan lay up. Yang aku lakukan hanya melompat dan melempar bola. Sungguh lucu jika mengingat momen-momen itu. Haha.

Setelah kurang lebih 1 jam latihan, pelatih kami (yang juga wasit kota Malang) datang dan langsung berinisiatif untuk melakukan mini game. Masing-masing tim dibagi menjadi 5 orang. Ternyata, bermain basket tidak semudah ketika bermain bersama teman-temanku. Yang memang notabene tidak bisa bermain basket, sama sepertiku. Aku dituntut untuk melakukan lay up. Namun, aku selalu gagal. Di sisa latihan aku hanya berlatih lay up.



Di hari kedua latihan, aku tetap mendapat special training lay up. Aku merasa bosan. Dan sejak itu juga aku yang baru saja melakukan come back. Langsung keluar basket kembali! Haha

Basketball Life (Part 1) - Pertama Kali Bermain Basket

"Have you ever loved something so much, but then someday you wake up and decide to stop loving it. And another day you realize that it was wrong decision. But, it's all too late...."
-----
Semua cerita ini dimulai ketika aku memasuki SMPN 1 Singosari. Kebetulan saat masa orientasi siswa dipertunjukkan sebuah pertandingan basket. Acara itu tidak lain adalah untuk menarik minat siswa untuk mendaftar dalam tim basket sekolah. Awalnya, aku berfikir akan keren jika aku bisa menjadi bagian dari tim basket sekolah.

Suatu ketika, aku dan sahabatku, Adi, sedang berjalan keluar sekolah begitu bel pulang sekolah berbunyi, tiba-tiba dia bertanya.

"Awakmu melok ekskul basket a Vick? (Kamu ikut ekskul basket Vick?)", tanya dia ketika kami hendak memasuki angkot yang membawa kami pulang.

"Rencana e ngono seh. Sek ragu, tapi kepingin. (Rencananya begitu sih. Masih ragu, tapi kepingin)", kataku mengikuti Adi masuk ke angkot LA.

Adi mengeluarkan beberapa lembar uang kertas untuk menyiapkan ongkos angkot, "Jarene Pak Slamet(guru OR) latihan e mulai engkok sore. Melok a? (Kata Pak Slamet latihannya mulai nanti sore. Kamu ikut?)", lanjtunya.

"Lho, iyo a? Awakmu melok? Ayo melok! (Lho, iya ta? Kamu ikut? Ayo iku)", Kataku kepadanya.

Dia membalas dengan anggukan. Tidak berapa lama kemudian, dia turun dan menyalamiku. Kami berpisah.

-----
Pukul 2 siang aku mencoba menelpon Adi, tetapi tidak ada jawaban. Aku ingin memastikan apakah dia ikut atau tidak. Aku menelepon lagi tetap tidak ada jawaban. Akhirnya, aku berinisiatif untuk tetap berangkat meskipun tanpa Adi. 

Di sini lah semuanya di mulai... di sebuah lapangan basket penuh kenangan. 

Ternyata ketika aku sampai sudah banyak orang yang telah hadir. Aku rasa mereka semua rata-rata adalah siswa kelas 7. Ada sekitar 30-40 orang di lapangan basket ini. Hari Selasa itu. Sore itu. Awal cerita ini dimulai.

Setelah beberapa saat, ternyata Adi juga datang. Akhirnya kami berlatih bersama dengan dibimbing oleh pak Mar dan beberapa siswa kelas 8 dan kelas 9. Pak Mar bukanlah pelatih basket SMPN 1 Singosari. Beliau hanya guru penanggung jawab. Namun, karena pelatih basket berhalangan hadir akhirnya beliau yang menggantikan.

Seperti pada semua olah raga. Kami pertama diajakan teknik dasar yaitu dribbling dan passing. Beberapa temanku telah mencuri perhatian Pak Mar dan Kakak kelas. Namun, aku tidak mau kalah. Aku ingin menunjukkan meski aku belum pernah bermain basket sebelumnya. Aku juga berbakat.

Tak terasa 2 jam kemudian, latihan usai. Kami semua pulang ke rumah masing-masing. Dan latihan selanjutnya adalah Kamis besok.

-----
Ketika hari Kamis datang, sayang sekali aku juga ada latihan sepak bola di SSB Lawang. Kebetulan juga saat itu aku masih mengikuti sekolah sepak bola. Aku jadi tidak bisa latihan. Namun, aku tetap menanyakan perkembangan latihannya pada Adi. Dia mengatakan bahwa tadi sore ada pemilihan tim basket kelas 7 yang terdiri dari 5 orang. Hah? Secepat ini? Pikirku saat itu. Yang diujikan adalah teknik back to papa! Itu adalah teknik bermain basket dengan memantulkan bola ke papan ring dan kemudian kita melakukan tip in! Aku baru mengerti istilah ini ketika aku berada di kelas 9.

Keesokan harinya di sekolah sudah ramai akan pemilihan tim basket ini. Aku sungguh kecewa tidak bisa ikut. Saat itu, entah karena aku belum mencintai basket sepenuhnya atau memang karena aku sudah mempunya kesibukan sendiri dengan SSB Lawang. Akhirnya, aku memutuskan untuk keluar dari ekskul basket.