Jumat, 03 Januari 2014

Basketball Life (Part 2) - Come Back!

Aku tidak sepenuhnya keluar dari dunia basket. Aku tetap bermain basket, walau hanya dengan teman-temanku ketika hari libur atau saat jam pelajaran kosong. Di sela-sela permainan itu, teman-temanku cukup takut ketika aku bermain. Mungkin karena terbiasa bermain sepak bola yang keras. Kebiasaan itu terbawa dalam basket, aku tidak tahu cara teknik dribble yang benar. Jadi, yang aku lakukan hanya men-dribble bola sambil menabrak setiap orang yang ada di depanku.

Saat itu, kakak kelasku-mas Stefa- yang merupakan kapten tim basket sekolah memuji teknik dribble-ku. Aku sungguh senang. Walaupun baru-baru ini aku tahu, pujian itu hanya ledekan. Namun, itu membuat semangatku bermain basket kian meninggi. Intensitas bermain basketku semakin sering dan akhirnya temanku, Robby bertanya kenapa aku tidak ikut ekskul basket saja.

Saat itu, kami tengah menginjak semester 2. Aku tertarik dengan tawarannya. Akhirnya, aku memutuskan untuk ikut tim basket lagi. Kali ini dengan semangat baru. Tentunya, saat itu aku belum mempunyai sepatu basket. Aku hanya menggunakan sepatu kets yang biasa aku gunakan saat berlari.



Aku sungguh nervous saat latihan pertama di semester 2 ini. Bagaimana tidak, orang yang aku kenal hanya Robby saja. Sedangkan, yang lainnya adalah kakak kelas dan 2 anak kelas 7 yang lainnya. Ya, kelas 7 hanya tersisa 3 orang. Anang, Dicky, dan Robby. Itu merupakan seleksi alam yang selalu terjadi di dalam tim basket manapun. Yang tidak dapat bertahan lah yang akan menyerah.

Setelah melakukan beberapa gerakan stretching kami melakukan passing dan lay up. Aku sendiri belum tau bagaimana cara nya melakukan lay up. Yang aku lakukan hanya melompat dan melempar bola. Sungguh lucu jika mengingat momen-momen itu. Haha.

Setelah kurang lebih 1 jam latihan, pelatih kami (yang juga wasit kota Malang) datang dan langsung berinisiatif untuk melakukan mini game. Masing-masing tim dibagi menjadi 5 orang. Ternyata, bermain basket tidak semudah ketika bermain bersama teman-temanku. Yang memang notabene tidak bisa bermain basket, sama sepertiku. Aku dituntut untuk melakukan lay up. Namun, aku selalu gagal. Di sisa latihan aku hanya berlatih lay up.



Di hari kedua latihan, aku tetap mendapat special training lay up. Aku merasa bosan. Dan sejak itu juga aku yang baru saja melakukan come back. Langsung keluar basket kembali! Haha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar